Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

BJB Targetkan Satu Juta Transaksi Digital Banking dari QRIS

Kamis 12 Mar 2020 15:59 WIB

Red: Gita Amanda

Direktur IT dan Treasury Bank BJB Rio Lanasier menyampaikan sambutan saat pembukaan Pekan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) Nasional 2020, di gedung Bank BJB, Jalan Naripan, Kota Bandung, Kamis (12/3).(Republika/Edi Yusuf)

Direktur IT dan Treasury Bank BJB Rio Lanasier menyampaikan sambutan saat pembukaan Pekan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) Nasional 2020, di gedung Bank BJB, Jalan Naripan, Kota Bandung, Kamis (12/3).(Republika/Edi Yusuf)

Foto: Republika/Edi Yusuf
QRIS adalah fitur pembayaran uang elektronik terbaru berbasis ponsel.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau Bank BJB menargetkan satu juta transaksi digital banking dari momentum Pekan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) Nasional.

"Kami menargetkan ada kenaikan target satu juta transaksi dengan adanya QRIS. Bank BJB selain kami meluncurkan mobile banking dan bjb Digicash, yang merupakan uang elektronik," kata Direktur Information Teknologi, Treasury, dan International Banking Bank BJB Rio Lanasier di Bandung, Kamis (12/3).

QRIS adalah fitur pembayaran uang elektronik terbaru berbasis ponsel dan sangat mudah digunakan yakni hanya dengan mengunduh melalui aplikasi yang sudah terstandardisasi.

Rio mengatakan Bank BJB mendorong pelaku UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) dan ritel terbiasa menggunakan QRIS dalam transaksi bisnisnya.

"Kami sudah memulai di Desember 2019 selama satu bulan di Pasar Baru Bandung (penggunaan QRIS). Selama Maret ini akan serentak di empat kota dan akan dilanjutkan ke kota-kota lain. Kami akan lakukan sebulan-sebulan agar masyarakat terbiasa," kata dia.

Menurut dia, QRIS juga bisa digunakan oleh orang luar negeri seperti warga Malaysia yang berwisata di Pasar Baru Bandung. "Ini waktu sebulan di Pasar Baru Bandung, BJB berkomitmen untuk membiasakan masyarakat melakukan transaksi menggunakan QRIS ini," kata dia.

Sementara itu, Bank Indonesia menyasar pelaku UMKM untuk menggunakan QRIS dan penggunaannya oleh pelaku usaha, diharapkan meningkatkan uang digital untuk transaksi ritel.

Kepada Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPw BI Jabar Pribadi Santoso menambahkan pihaknya mendidik masyarakat untuk menggunakan QRIS oleh pelaku usaha UMKM karena dengan menggunakan metode pembayaran ini, pedagang dan konsumen sangat dimudahkan.

"Jadi pedagang cukup menempelkan satu stiker barcode. Sementara itu, konsumen yang akan membayar secara digital, hanya perlu melakukan scan barcode dari penyedia jasa sistem pembayaran," kata dia.

Hari ini, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau Bank BJB menggelar sosialisasi pengenalan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kepada pelaku UMKM di Kantor Pusat Bank BJB, Jalan Naripan, Kota Bandung.

Sosialisasi tersebut dilakukan untuk mendorong upaya penetrasi penerapan teknologi transaksi QRIS yang dimiliki Bank BJB kepada karyawan serta nasabah, khususnya pelaku UMK dan juga dalam rangka meramaikan momentum Pekan QRIS Nasional.

Selain itu, QRIS adalah satu-satunya QR yang berlaku di Indonesia dan dikembangkan oleh BI serta Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) beberapa waktu lalu dengan tujuan untuk mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas serta mengakomodasi kebutuhan transaksi keuangan secara nasional.

Sosialisasi tersebut dikemas dalam bentuk talkshow untuk mengupas teknologi QRIS dari berbagai sisi di hadapan lebih dari 100 peserta yang turut dihadiri Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat Pribadi Santoso dan Direktur Information Teknologi, Treasury, dan International Banking Bank BJB Rio Lanasier.

Turut hadir juga untuk menjadi pembicara pada kegiatan tersebut Kepala Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Wilayah BI Provinsi Jawa Barat Syafi’i yang akan mensosialisasikan mengenai QRIS, dan dilanjuti oleh Arfianto Ramadian selaku Pemimpin Divisi Digital and Transactional Banking.


sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA