Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Tunda Formula E, Langkah Anies Dipuji

Kamis 12 Mar 2020 15:23 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Teguh Firmansyah

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan(Republika TV/Havid Al Vizki)

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan(Republika TV/Havid Al Vizki)

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Penundaan tersebut menunjukkan sikap Pemprov DKI yang lebih prioritaskan kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunda pergelaran balap Formula E atau E-Prix yang direncanakan digelar pada 6 Juni 2020 mendatang. Penundaan terpaksa dilakukan menyusul merebaknya virus corona. Langkah Pemprov DKI Jakarta diapresiasi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani.

Menurut Zita, keputusan menunda pelaksanaan ajang balap mobil listrik, yang sejatinya dilaksanakan pada Juni nanti, menunjukkan sikap Pemprov DKI yang lebih memprioritaskan kesehatan dan keamanan masyarakat daripada mencari keuntungan ekonomi.

"Saya apresiasi kebijakan gubernur dan jajarannya. Ini menunjukkan Pemprov DKI memiliki sensitivitas dan kepedulian yang tinggi,  mengutamakan keamanan dan kesehatan warga dibandingkan dengan hal lainnya," ujarnya, Kamis (12/3).

Zita menambahkan, penundaan Formula E akibat penyebaran virus corona memang akan berpengaruh pada sektor ekonomi dan pariwisata di Jakarta. Namun, hal itu juga terjadi di kota besar negara lain yang terdampak.

"Indeks nilai saham negara-negara di dunia pun turun lima hingga enam persen. Jadi, dampaknya terjadi tidak hanya di Indonesia, tapi secara global," katanya.

Sebagai informasi, penyelenggaraan Formula E yang semula dijadwalkan pada Juni 2020 di Jakarta akan mengalami penundaan. Penundaan dilakukan setelah komunikasi intensif dengan berbagai stakeholder, termasuk pihak Federasi Otomotif Internasional (FIA) yang bertempat di Eropa.

Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat konferensi pers di Balairung, Balai Kota Jakarta, Rabu (11/3) kemarin. Anies mengatakan, pihaknya memantau perkembangan virus corona di dunia. Terlebih, kegiatan Formula E adalah sebuah kegiatan yang dihadiri oleh wisatawan internasional.

Risiko yang mungkin terjadi terlalu besar bagi Jakarta bila begitu banyak wisatawan datang dari negara-negara yang memiliki kasus virus corona. Anies menegaskan, pihaknya tidak ingin mengorbankan keselamatan warga demi pencapaian perekonomian.

Baca Juga

"Memang Formula E memberikan dampak ekonomi yang besar, tapi bila punya risiko untuk warga maka kita tunda. Alhamdulillah pihak Formula E dan pihak FIA menyetujui itu sehingga Formula E bulan Juni tidak dilaksanakan," katanya.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA