Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Lama Bergantung Sawit-Karet, Petani Diminta Seriusi Durian

Kamis 12 Mar 2020 12:42 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolandha

Presiden Joko Widodo(Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Presiden Joko Widodo(Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Indonesia masih belum memanfaatkan ceruk pasar durian dan buah tropis lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong petani di Indonesia untuk lebih melirik komoditas buah-buahan tropis dan rempah-rempah. Jokowi menyadari, selama ini petani terlalu mengandalkan komoditas karet dan sawit yang memang pasarnya sudah luas. Namun, katanya, masih ada ceruk pasar yang belum diisi oleh petani Indonesia seperti komoditas durian dan buah tropis lainnya.

Baca Juga

"Kita harus fokus memilih komoditas yang memiliki nilai tinggi dan ceruk pasar yang besar. Komoditasnya jangan yang itu-itu saja. Banyak dari kita tanamnya sawit, karet. Dari dulu itu," ujar Jokowi dalam pembukaan the 2nd Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) di Istana Negara, Kamis (12/3).

Jokowi mengingatkan, tidak variatifnya komoditas yang ditanam petani punya risiko sebagai imbas dari harga pasar. Misalnya, saat harga karet atau sawit sedang anjlok, maka seluruh petani yang menggeluti dua komoditas ini terkena dampaknya. Karenanya, Jokowi mendorong petani di Indonesia memperluas komoditas tanamnya, terutama buah-buah tropis.

"Buah tropis ini sebenarnya yang diminati oleh negara-negara lain tuh banyak. Permintaan yang datang ke saya misalnya manggis. Permintaan banyak tapi barang gak ada. Dari Timur Tengah, Eropa, Tiongkok," ujar Jokowi.

Selain manggis, buah tropis yang diyakini punya pangsa pasar yang luas adalah durian. Durian, ujar Jokowi, banyak diminta oleh importir asal China. Sayangnya Indonesia belum bisa memenuhi permintaan durian ke China lantaran produksi yang terbatas.

"Durian itu permintaan dari Tiongkok, bukan besar, buesaaaar sekali, tapi kita tidak bisa menyuplai dengan kualitas yang diinginkan oleh mereka. Durian dari kita itu ada yang enak dan ada yang tidak enak, campur-campur," kata Jokowi.

Bahkan Jokowi menceritakan pengalamannya saat membeli durian untuk hadian ulang tahun Ibu Negara Iriana Jokowi. Jokowi mengaku durian yang dibelinya cukup mahal dengan kondisi fisik yang meyakinkan. Sayangnya, saat dibuka dan disantap ternyata rasanya justru tidak sesuai dengan harapan.

"Sampai rumah dibuka, nggak enak. Artinya, harus ada sebuah manajemen yang bagus agar produksi durian di suatu lahan benar-benar enak-enak semuanya. Masa kita ngga bisa?" ujar Jokowi.

Selain buah-buahan tropis, Jokowi juga mengingatkan petani untuk menanam rempah-rempah. Tak hanya itu, minyak atsiri Indonesia juga disebut punya pasar luas di Prancis dan Italia. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA