Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

WHO Nyatakan Corona Sebagai Pandemi, Apa Maknanya?

Kamis 12 Mar 2020 11:12 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi penyebaran infeksi virus corona tipe baru, Covid-19. WHO telah menyatakannya sebagai pandemi.

Ilustrasi penyebaran infeksi virus corona tipe baru, Covid-19. WHO telah menyatakannya sebagai pandemi.

Foto: MgIT03
Menyebar ke 114 negara, kini corona disebut pandemi oleh WHO.

REPUBLIKA.CO.ID, ZURICH -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah penyakit akibat infeksi virus corona tipe baru, Covid-19, sebagai pandemi. Status itu ditetapkan setelah melihat penyebaran virus yang cepat di Eropa dalam beberapa hari terakhir dan penyebarannya ke 114 negara.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom menekankan bahwa menggunakan kata "pandemi" untuk menggambarkan Covid-19 tidak mengubah tingkat ancaman virus ini. Apa makna pandemi?

Baca Juga

"Pandemi berasal dari kata Yunani pandemos, yang berarti 'semua orang'," kata Michael Ryan, Direktur Eksekutif Program Keadaan Darurat Kesehatan WHO, dilansir Euro News, Kamis (12/3).

Pandemos adalah konsep adanya kepercayaan bahwa populasi seluruh dunia kemungkinan akan terkena infeksi ini dan sebagian besar dari mereka akan jatuh sakit. Definisi kamus pandemi adalah 'penyakit yang terjadi pada wilayah geografis yang luas dan memengaruhi proporsi populasi yang sangat tinggi'.

Pandemi tumbuh dari epidemi yang merupakan kondisi wabah penyakit menyebar terbatas pada area tertentu di dunia. Sementara itu, pandemi menyebar ke berbagai negara di dunia.

Pandemi bukanlah kata yang dapat digunakan secara serampangan. WHO menetapkannya dengan kehati-hatian.

"Itu adalah kata yang, jika disalahgunakan, dapat menyebabkan ketakutan yang tidak masuk akal atau penerimaan yang tidak adil bahwa pertarungan telah berakhir, yang mengarah pada penderitaan dan kematian yang tidak perlu," katanya.

Ryan menyatakan bahwa meskipun Covid-19 sekarang disebut pandemi, hal itu tidak akan mengubah respons yang dimiliki negara atau otoritas kesehatan global terhadap virus tersebut. Selain itu, ia mengungkapkan, meskipun penyakit ini sekarang telah menyebar ke 114 negara, lebih dari 90 persen kasus hanya ada di empat negara. Dua di antaranya memiliki epidemi yang menurun secara signifikan.

"Sebanyak 81 negara belum melaporkan Covid-19 kasus dan 57 negara melaporkan 10 kasus atau kurang. Kami tidak bisa mengatakan ini dengan cukup keras atau cukup jelas atau cukup sering; semua negara masih dapat mengubah arah pandemi ini," katanya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA