Kamis 12 Mar 2020 10:25 WIB

Pasien Corona di Bolivia Ditolak Rumah Sakit

Penduduk Bolivia selatan memblokir perbatasan dengan Argentina untuk mencegah corona.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha
Petugas medis menangani pasien diduga terjangkit corona (ilustrasi). Seorang wanita di Bolivia ditolak rumah sakit karena terinfeksi virus corona.
Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Petugas medis menangani pasien diduga terjangkit corona (ilustrasi). Seorang wanita di Bolivia ditolak rumah sakit karena terinfeksi virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, SANTIAGO -- Salah satu warga Bolivia yang dikonfirmasi positif virus corona ditolak oleh empat rumah sakit. Wanita yang berusia 65 tahun itu dipindahkan dengan ambulans dari kota kecil San Carlos di Boliva ke ibukota provinsi Santa Cruz, pada Rabu (11/3) sore.

Media lokal melaporkan, keterbatasan sumber daya dan peralatan medis membuat rumah sakit menolak pasien yang positif virus corona tersebut. Seorang perawat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, rumah sakit tidak memiliki peralatan untuk menangani kasus virus corona.

Baca Juga

"Kami tidak akan mengizinkan wanita ini masuk karena rumah sakit ini tidak memiliki peralatan untuk menangani kasus virus corona," kata seorang perawat itu kepada surat kabar El Deber di Bolivia. 

Seorang pejabat kesehatan setempat, Oscar Urenda mengatakan, pihaknya memiliki area yang disiapkan untuk merawat pasien virus corona di rumah sakit San Juan de Dios. Namun, di rumah sakit tersebut layanan kemanusiaannya sangat kurang.

"Kami membuat rencana B, yakni pindah ke pusat kesehatan lain, tetapi penduduk setempat melarang aksesnya," ujar Urendra. 

Sebagai gantiya, wanita yang positif corona itu ditempatkan di sebuah bangunan milik pemerintah daerah. Urendra mengatakan, wanita tersebut mendapatkan perawatan yang efisien dan cukup baik.

"Dia dirawat dan dilindungi di sebuah tempat dengan kondisi perawatan yang efisien, dan dokter serta perawat menunggu kami untuk menemukan pusat kesehatan yang sesuai," ujar Urendra.

Urendra mengatakan, penyebaran virus corona di Bolivia tidak bisa dihindari, terutama setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan virus tersebut sebagai epidemi global. Sementara itu, penduduk Yacuiba di Bolivia selatan telah memblokir perbatasan darat dengan Argentina karena kekhawatiran terhadap virus corona. 

Warga setempat mengatakan kepada surat kabar El Deber bahwa, mereka tidak akan membiarkan orang menyeberangi perbatasan kecuali pemerintah pusat menerapkan kontrol sanitasi yang lebih baik. Bolivia memiliki perbatasan darat dengan lima negara lain. Bolivia merupakan salah satu negara termiskin di Amerika Latin. Negara ini telah mengalami pergolakan politik yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir dengan hengkangnya Evo Morales sebagai presiden.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement