Rabu 11 Mar 2020 19:15 WIB

Kiai Said Minta LSF Proteksi Anak dari Film Merusak

LSF juga diminta perhatikan tayangan sinetron tidak mendidik di televisi.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Kiai Said Minta LSF Proteksi Anak dari Film Merusak. Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj(republika TV/Havid Al Vizki)
Foto: republika TV/Havid Al Vizki
Kiai Said Minta LSF Proteksi Anak dari Film Merusak. Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj(republika TV/Havid Al Vizki)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Said Aqil Siradj meminta Lembaga Sensor Film (LSF) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melindungi anak-anak dari tayangan film yang merusak. Hal ini disampaikan Kiai Said menyusul kasus pembunuhan yang dilakukan remaja 15 tahun terhadap balita dua tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

"Anak kecil sekarang lihat film dengan bebasnya. Memang sulit, nggak gampang. Tapi LSF harus betul-betul memproteksi anak dengan baik," ujar Kiai Said kepada Republika.co.id usai membuka Rakernas LP Ma'arif NU di Jalan Pusdiklat Depnaker, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (11/3).

Baca Juga

Hal senada juga disampaikan Ketua LP Ma'arif NU, KH Arifin Junaidi. Namun, menurut Junaidi, film bukan satu-satunya faktor yang merusak mental anak-anak Indonesia. Karena itu, menurut dia, tayangan sinetron di televisi yang tidak mendidik juga harus diperhatikan oleh LSF.

"Film bukan satu-satunya faktor tunggal. Itu hanya salah satunya. Jadi kalau kami mengimbau televisi hentikanlah tayangan sinetron nggak jelas dan tidak mendidik," ucap Arifin saat ditemui di tempat yang sama.

Belum lama ini publik dikejutkan oleh kasus pembunuhan keji yang dilakukan NF, remaja 15 tahun yang tega membunuh balita lima tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Kamis (5/3). Berdasarkan pengakuan pelaku, dirinya terpengaruh dengan film horor Chucky dan Slender Man yang kerap ditontonnya.

Polisi yang mengusut kasus NF ini mengungkapkan, pelaku mengaku tidak memiliki motif apa pun membunuh balita tersebut. Dengan kata lain, ia hanya terdorong oleh keinginan membunuh tanpa ada motif lain selain itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menyebut, saat melakukan pembunuhan NS bahkan sempat menaruh jenazah balita berinisial APA tersebut di dalam lemari kamar, dan sempat tidur semalam di kamar tersebut. Yusri menyebut, NF terdorong oleh tontonan film horor dan kekerasan yang diketahui menjadi hobi NF.

“Bahwa pengakuan si pelaku ini suka menonton film horor. Bahkan ada satu film Chucky yang menjadi hobinya,” ungkap Yusnus pekan lalu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement