Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

India Tutup Perbatasan dengan Myanmar

Rabu 11 Mar 2020 18:04 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

India tutup perbatasan dengan Myanmar untuk melawan wabah virus corona. Ilustrasi.

India tutup perbatasan dengan Myanmar untuk melawan wabah virus corona. Ilustrasi.

Foto: Divyakant Solanki/EPA
India tutup perbatasan dengan Myanmar untuk melawan wabah virus corona

REPUBLIKA.CO.ID, MUMBAI -- India meningkatkan pembatasan perjalanan dan menutup perbatasan dengan negara tetangga Myanmar, Rabu (11/3). Keputusan ini menjadi upaya pemerintah untuk melawan wabah virus corona ketika negara-negara di seluruh Asia Selatan melaporkan peningkatan kasus.

India menangguhkan pemberian visa kepada warga Prancis, Spanyol, dan Jerman sampai waktu yang belum ditentukan. Pembatasan serupa sebelumnya sudah diberlakukan bagi warga China, Italia, Iran, Jepang, dan Korea Selatan.

Selain itu, India juga menutup perbatasan dengan tetangganya di Myanmar timur, meskipun belum ada kasus yang sejauh ini dikonfirmasi di sana. "Sebagai tindakan pencegahan (untuk mencegah) penularan virus corona atau COVID-19, perbatasan internasional dengan Myanmar telah ditutup ... sampai diperintahkan lebih lanjut," kata kepala menteri negara bagian Manipur di timur laut, yang berbagi perbatasan dengan Myanmar, N. Biren Singh.

India telah mengonfirmasi 52 kasus virus corona. India menyarankan warga untuk menghindari semua perjalanan tidak penting ke negara-negara yang memiliki laporan kasus. Pemerintah meminta warganya kembali dari tempat-tempat itu dan melakukan karantina sendiri di rumah.

Negara bagian selatan, Kerala, telah melaporkan tiga kasus baru selama akhir pekan. Pemerintah negara bagian pun menutup sekolah-sekolah dan bioskop untuk menghindari penyebaran wabah lebih lanjut. Sekolah-sekolah di setidaknya dua negara bagian juga telah ditutup.

Dikutip dari Worldometers, saat ini sudah terdapat 119 negara dan wilayah yang ditemukan kasus infeksi virus corona. Jumlah secara global untuk kasus yang terinfeksi mencapai 119.292 kasus dengan 4.300 orang telah meninggal dunia.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA