Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Qadari: Golkar Ingin Muluskan Omnibus Law Cipta Kerja

Rabu 11 Mar 2020 17:42 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Teguh Firmansyah

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersalaman dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat menggelar pertemuan di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (9/3). (Republika/Putra M. Akbar)

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersalaman dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat menggelar pertemuan di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (9/3). (Republika/Putra M. Akbar)

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ketum Golkar secara intensif melakukan pertemuan dengan pimpinan parpol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengomentari pertemuan Partai Golkar dengan sejumlah partai dalam beberapa hari terakhir.

Qodari menilai langkah Golkar  tersebut merupakan upaya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang juga Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian untuk memuluskan Omnibus Law cipta kerja.

"Saya rasa itu bagian dari pendekatan yang dilakukan Partai Golkar bahkan lebih spesifik lagi Pak Airlangga Hartarto untuk katakanlah memuluskan jalan omnibus law ini," kata Qodari di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3).

Hal itu terlihat dari pertemuan yang dilakukan Partai Golkar dengan dua partai sebelumnya. Keduanya tak menepis membahas soal Omnibus Law Cipta Kerja yang saat ini memunculkan polemik di masyarakat.

"Jadi Pak Airlangga berkepentingan agar undang-undang ini goal dengan mulus. Jadi di satu sisi mungkin dia melakukan drafting teknokrasi sebagai menko perekonomian, tapi di sisi lain dia mengerjakan PR-PR politiknya dalam kapasitas sebagai ketua Golkar," ujarnya.

Selain itu ia juga tak memandang pertemuan tersebut terkait persiapan pilkada 2020 mendatang. Sebab menurutnya untuk saat ini tidak ada kebutuhan yang besar untuk membuat koalisi besar seperti ketika pilpres.
"Karena bukan menjelang pilpres. Kalau 2018 itu terjadi misalnya antara Gerindra dan PKS,"

Selain untuk upaya lobi-lobi Omnibus Law Cipta Kerja, ia menilai pertemuan tersebut lebih kepada silaturahmi pascamasing-masing partai menyelenggarakan munas. Sehingga ada hubungan yang terjalin antarpartai dengan kepengurusan yang baru.

Sebelumnya Partai Golkar menerima kedatangan rombongan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Selasa (25/2) lalu. Partai Golkar juga menyambangi kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Kamis (5/3) malam. Terakhir Partai Golkar menerima kedatangan Partai Nasdem, Senin (9/3).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA