Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Korban Penembakan Masjid: Tolong Jangan Benci Kami

Rabu 11 Mar 2020 13:13 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Agus Yulianto

Jamaah korban penembakan masjid Christchurch, Selandia Baru, Temel Atacocugu.(RNZ)

Jamaah korban penembakan masjid Christchurch, Selandia Baru, Temel Atacocugu.(RNZ)

Foto: RNZ
RNZ telah mendokumentasikan perjuangan untuk sembuh dan kemenangannya

REPUBLIKA.CO.ID, SELANDIA BARU -- Temel Atacocugu ditembak sembilan kali oleh teroris di Masjid Christchurch, Selandia Baru pada 15 Maret 2019. Temel menyampaikan pesan ke Selandia Baru dalam wawancara terbarunya menjelang peringatan satu tahun tragedi di Kota Christchurch.

"Tolong jangan membenci kita, karena kita adalah orang yang tidak bersalah dan kita hanya ingin kehidupan baik, Selandia Baru adalah rumah kita juga," kata Temel saat diwawancarai Radio New Zealand (RNZ) dilansir dari Newshub, Selasa (10/3).

Seperti diketahui pada 15 Maret tahun lalu seorang teroris menembaki jamaah di masjid Al Noor dan masjid Linwood di Kota Christchurch. Peristiwa tersebut menewaskan 51 orang jamaah masjid dan banyak jamaah yang mengalami luka-luka serta trauma.

Temel telah keluar masuk rumah sakit untuk operasi dan konseling sejak peristiwa penembakan itu. Radio New Zealand (RNZ) telah mendokumentasikan perjuangan untuk sembuh dan kemenangannya. 

"Sembilan peluru bersarang di tubuh saya, saya mengalami cedera di wajah saya, di lengan saya, lutut kanan saya, dan kaki kiri saya, dan kemudian di antara pinggul saya," kata Temel dalam wawancara pertamanya pada awal April 2019.

Temel sangat berharap pada masa depan. Meski ada jahitan di sisi bibirnya bekas peluru pertama menghantamnya, dia tetap berusaha tersenyum saat berbicara. "Saya sudah melihat masa depan saya cerah, saya merasa dilahirkan kembali, ulang tahun baru saya adalah 15 Maret 2019," kata Temel.

Dia juga berkomitmen untuk secara teratur kembali ke masjid Al Noor. Meskipun secara fisik masih kesakitan dan masih berjuang secara mental. Dia mengaku merasa gugup ketika datang ke masjid tempat dia dan jamaah lainnya ditembaki teroris.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA