Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Corona, Konferensi Asia Afrika Fokus ke Peserta Domestik

Rabu 11 Mar 2020 06:06 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Muhammad Hafil

Corona, Konferensi Asia Afrika Fokus ke Peserta Domestik, Suasana Konferensi Asia Afrika beberapa tahun lalu (Ilustrasi)

Corona, Konferensi Asia Afrika Fokus ke Peserta Domestik, Suasana Konferensi Asia Afrika beberapa tahun lalu (Ilustrasi)

Foto: Republika/Edi Yusuf
Peserta konferensi Asia Afrika difokuskan pada peserta domestik.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung memastikan penyelenggaraan Asia Afrika Conference (AAF) ke 65 tetap dilangsungkan pada 18 April mendatang. Namun, peserta yang akan hadir akan difokuskan kepada peserta domestik atau dalam negeri Indonesia.

Hal ini terkait dengan wabah virus corona di seluruh dunia dan menyebar salah satunya ke Indonesia. Diketahui sebanyak 27 orang warga negara Indonesia terinfeksi virus covid-19.

Baca Juga

"Untuk tahun sekarang, kita lebih mengedepankan peserta dari domestik saja, negara luar sudah pasti mempunyai kebijakan masing masing, kita fokusnya peserta domestik saja tanpa mengurangi kemeriahan," ujar Kadisbudpar Kota Bandung, Dewi Kaniasari.

Ia pun mengaku penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika ke 65 optimis lebih meriah karena dihadiri oleh berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, undangan bagi para peserta dibagikan langsung oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

 

"Perkiraan pengunjung peserta itu ada di angka 40-50 ribu, yang karnaval terdaftar sudah banyak sekitar 1000an dengan asumsi korona telah membaik," ungkapnya.

Ia pun mengaku tetap memantau penyebaran virus korona dan berusaha menjaga agar Kota Bandung tetap jauh dari penyebaran korona. Salah satunya katanya melalui peserta yang berasal dari domestik.

Dewi menambahkan, okupansi atau tingkat hunian hotel di Kota Bandung akibat virus korona turun drastis dari 60-70 persen menjadi 30 persen. Menurutnya, kondisi tersebut dianggap sudah memasuki lampu kuning atau tanda hati-hati bagi pariwisata di Bandung.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA