Saturday, 22 Rabiul Akhir 1443 / 27 November 2021

Saturday, 22 Rabiul Akhir 1443 / 27 November 2021

Zuli Qodir: Dakwah Muhammadiyah Belum Maksimal di Sosmed

Selasa 10 Mar 2020 18:29 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Muhammad Fakhruddin

Pengembangan Dakwah Inklusi. Ketua Umum PP Aisyiyah, Nurjannah Johantini menyampaikan paparan saat diskusi tentang pengembangan dakwah inklusi di Kantor PP Aisyiah, Yogyakarta, Kamis (5/3).(Republika/Wihdan )

Pengembangan Dakwah Inklusi. Ketua Umum PP Aisyiyah, Nurjannah Johantini menyampaikan paparan saat diskusi tentang pengembangan dakwah inklusi di Kantor PP Aisyiah, Yogyakarta, Kamis (5/3).(Republika/Wihdan )

Foto: Republika/Wihdan
Muhammadiyah dan 'Aisyiyah harus mengikuti dan memanfaatkan perkembangan teknologi.

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Persoalan keumatan saat ini semakin kompleks dan harus diselesaikan oleh seluruh kelompk masyarakat. Termasuk bagi Muhammadiah dan 'Aisyiyah yang merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Menurut sosiolog dari Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah, Zuly Qodir, persoalan yang menyangkut perempuan harus diurusi oleh 'Aisyiyah sebagai organisasi Islam perempuan. Baik itu, persoalan kemanusiaan dan kebangsaan yang salah satu tujuannya untuk memberdayakan perempuan.

"Dakwah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus menjadi lilin di tengah kegelapan," kata Qodir dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Dakwah Inklusif di Komunitas yang digelar di Ruang Sidang Kantor PP ‘Aisyiyah, Yogyakarta, belum lama ini.

Terkait dakwah yang dilakukan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, menurutnya belum tersebar secara maksimal. Terlebih di media sosial yang sebenarnya dapat menjangkau generasi muda, terutama milenial.

Muhammadiyah dan 'Aisyiyah harus mengikuti dan memanfaatkan perkembangan teknologi yang terus terjadi. Sehingga, seluruh lapisan masyarakat dapat dijangkau dan solusi dari berbagai permasalahan pun dapat diatasi.

"Dakwah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus kontekstual dan disebarkan sebanyak mungkin melalui media sosial. Juga jangan lepas dari tujuannya untuk memberdayakan dan mencerahkan," ujar Qodir.

Dalam FGD tersebut, ia juga menyampaikan terkait Re-branding ‘Aisyiyah: Gerakan Pencerahan dan Kemanusiaan. Semua yang dibahas dalam FGD ini nantinya akan dibawa ke Muktamar 48 pada Juli 2020 mendatang.

Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini menjelaskan terkat dakwah inklusif yang sudah dilakukan oleh Muhammadiyah dan 'Aisyiyah selama ini. Menurutnya, dakwah tersebut sudah dijalankan secara inklusif, namun belum optimal.

Dalam konteks berdakwah, Muhammadiyah dan 'Aisyiyah juga harus bersifat bersifat 'problem solving'. Sehingga, setiap masalah yang ada di tengah masyarakat dapat didekati dan diselesaikan dengan dakwah.

Artinya, tidak hanya mengajak kepada yang baik. Namun, juga memberi kontribusi dalam konteks bernegara dan berbangsa. Walaupun menguatkan masyarakat menjadi tanggung jawab negara, Muhammadiyah dan 'Aisyiyah turut mengambil peran dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. Yakni dengan dakwah berkemajuan yang terus dikedepankan.

"Itu kan kehadiran Muhammadiyah dan 'Aisyiyah sejak awal seperti itu, sebagai organisasi yang meraih, menuju, mendorong kepada kebaikan. Kebaikan itu baik yang sifatnya fisik, kebutuhan masyarakat dan memajukan alam pikiran," kata Noordjannah.  

Menurutnya, dalam perkembangan keagamaan, alam pikir tersebut dapat dibentuk oleh perspektif-perspektif pandangan keagamaan. Tetapi, pandangan keagamaan tersebut juga bisa tidak sejalan dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Sehingga, hal tersebut juga menjadi tantangan dalam dakwah yang dijalankan oleh Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Untuk itu, Muhammadiyah dan 'Aisyiyah harus tetap teguh dalam memegang prinsip dakwahnya.

Sebab, sekali saja prinsip dakwah tersebut tidak dipegang teguh, maka tujuan yang sudah ditetapkan tidak akan pernah tercapai. Hal ini yang menjadi pegangan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dalam berdakwah dengan berkemajuan dan mencerahkan.

Sehingga dapat sejalan dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. "Harus teguh di situ. 100 tahun lebih sudah menjalankan itu, tentu sekarang juga terus meningkatkan dan menguatkan dengan berbagai strategi yang dijalankan," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA