Senin 09 Mar 2020 22:52 WIB

Pemerintah Minta Laga Barca Vs Napoli Digelar tanpa Penonton

Hal itu buntut dari maraknya wabah virus corona di Eropa, termasuk di Spanyol.

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Endro Yuwanto
Para pemain Barcelona (kuning) saat menghadapi Napoli di Liga Champions.(EPA-EFE/CIRO FUSCO)
Foto: EPA-EFE/CIRO FUSCO
Para pemain Barcelona (kuning) saat menghadapi Napoli di Liga Champions.(EPA-EFE/CIRO FUSCO)

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2019/2020 Barcelona versus Napoli yang berlangsung di Stadion Camp Nou terancam digelar tanpa penonton. Hal itu buntut dari maraknya wabah virus corona di Eropa, termasuk Spanyol.

Dilansir Marca, Senin (9/3), Pemerintah Regional Catalan meminta agar laga Barca kontra Napoli digelar secara tertutup dari penonton kedua kesebelasan.

"Saat ini hanya pemikiran, belum ada keputusan yang diambil. Namun, kami perlu berbicara dengan Barcelona tentang hal itu," kata Gerard Figueras, menteri olahraga di Pemerintah katalan kepada Radio Catalunya.

Lebih lanjut, Gerard Figueras berusaha untuk menemukan keseimbangan antara kegiatan sepak bola dan kesehatan masyarakat. Sementara, ia juga memastikan bahwa gangguan acara olahraga memiliki dampak yang kecil pada masyarakat luas.

"Akal sehat mengatakan bahwa permainan ini harus dimainkan secara tertutup, meskipun itu memiliki konsekuensi dalam hal ekonomi (klub)," sambung Figueras.

Figueras pun mengklaim apabila Italia merupakan negara yang terdampak virus corona terbesar di Eropa. Meski sejatinya, kota Napoli yang berada di selatan Italia bukanlah zona risiko mengingat wabah COVID-19 menghantui daratan utara Italia seperti Emilia-Romagna, Lombardy, dan Milan.

Di sisi lain, virus corona juga mengancam beberapa gelaran pertandingan Liga Champions, salah satunya leg kedua antara Paris Saint-Germain melawan Borussia Dortmund. Partai yang rencananya berlangsung di Estad Parc des Princes telah resmi dinyatakan bermain tanpa kehadiran suporter.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement