Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Terapi Musik Bantu Pasien Strok Pulih Lebih Cepat

Selasa 10 Mar 2020 05:36 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Sejumlah peserta aksi membawa tulisan bersama lawan stroke saat aksi peduli stroke di Alun-Alun Kudus, Jawa Tengah, Selasa (29/10/2019). (Antara/Yusuf Nugroho)

Sejumlah peserta aksi membawa tulisan bersama lawan stroke saat aksi peduli stroke di Alun-Alun Kudus, Jawa Tengah, Selasa (29/10/2019). (Antara/Yusuf Nugroho)

Foto: Antara/Yusuf Nugroho
Terapi musik mampu merangsang otak penderita strok.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Para peneliti telah menemukan bahwa mendengarkan musik membantu pasien strok pulih lebih cepat. Terapi musik bisa merangsang otak mereka dan mengangkat suasana hati mereka.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Topics in Stroke Rehabilitation menemukan bahwa sesi terapi musik memiliki efek positif pada neurorehabilitasi pasien strok akut. Penelitian ini dilakukan pada unit strok dan rehabilitasi 26 tempat tidur di Rumah Sakit Addenbrooke, Cambridge, Inggris.

Secara total, 177 pasien mengambil bagian dalam 675 sesi terapi musik neurologis (NMT) selama periode dua tahun. "Studi kami menemukan bahwa terapi musik neurologis diterima dengan antusisas oleh pasien, kerabat, dan staf mereka," kata pemimpin studi Alex Street dari Anglia Ruskin University (ARU) di Inggris, dilansir dari the Peninsula, Senin (9/3)

Menurut para peneliti, terapi dipahami untuk membantu pasien strok melalui pengaturan suasana hati dan peningkatan konsentrasi. Selain itu, terapi juga dipahami untuk mempromosikan perubahan di otak untuk meningkatkan fungsi. Hal ini dikenal sebagai reorganisasi saraf.

Selain memainkan instrumen fisik (kibor, drum, dan perkusi genggam), Ipad yang menampilkan instrumen layar sentuh digunakan dalam percobaan untuk membantu pasien dengan rehabilitasi tangan, melalui peningkatan ketangkasan jari dan pelatihan kognitif.

Sesi NMT dijalankan bersamaan dengan perawatan rehabilitasi strok yang ada, termasuk fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, dan psikologi klinis. Dari 139 pasien, kerabat, dan staf rumah sakit yang mengisi kuisioner, respons rata-rata adalah NMT "membantu" atau "sangat membantu".

Terapis bicara dan bahasa mengamati dampak positif pada gairah dan keterlibatan pasien. Terapis pun melaporkan hal itu dapat membantu pasien mengatasi suasana hati dan kelelahan yang rendah.

"Fakta 675 sesi dilakukan dalam dua tahun dengan sendirinya merupakan indikasi keberhasilan pengobatan. Hal ini menunjukkan staf merujuk pasien karena mereka memahami mekanisme latihan dan bisa melihat bagaimana cara itu dapat bermanfaat bagi pasien mereka," ujar Street.

Hal ini juga menunjukkan pasien bersedia melakukan latihan, dengan setiap orang berpartisipasi dalam rata-rata lima sesi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA