Senin 09 Mar 2020 22:35 WIB

Kapal Wisata Ikut Cari Korban Tabrakan Speed Boat di Kaltim

Sampai saat ini masih ada beberapa penumpang speed boat belum ditemukan.

Ilustrasi kapal cepat atau speed boat. (Antara/Wahyu Putro)
Foto: Antara/Wahyu Putro
Ilustrasi kapal cepat atau speed boat. (Antara/Wahyu Putro)

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Kelompok Sadar Wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menghentikan operasional seluruh kapal-kapal wisata susur sungai di kawasan Sungai Sebangau, setelah terjadi kecelakaan air yang menewaskan Dandim 1011/Kapuas Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono serta sejumlah penumpang speed boat lainnya.

Dihentikannya operasional wisata susur sungai itu selain karena berduka atas terjadinya musibah tersebut juga karena kapal-kapal yang ada ikut mencari para korban, kata Ketua Pokdarwis Dermaga Kereng Bangkirai Aldius di Palangka Raya, Senin (9/3).

Baca Juga

"Sejumlah pengurus pokdarwis juga ikut membantu mencari korban. Sampai saat ini masih ada beberapa penumpang speed boat itu yang belum ditemukan," tambahnya.

Aldius menyebut bahwa pihaknya mendapat informasi dalam tiga hari ini kawasan Sungai Sebangau mendapat pantauan dari Pasukan Pengamanan Presiden (paspampres) Indonesia terkait kedatangan Raja dan Ratu dari Belanda ke Provinsi Kalimantan Tengah. Menurut rencana kedatangan Raja dan Ratu Belanda itu akan singgah ke wisata dermaga Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya.

Dia pun memastikan bahwa seluruh pengurus dan anggota Pokdarwis Sebangau sama sekali tidak mempermasalahkan adanya pemantauan tersebut. Apalagi dengan adanya kecelakaan tabrakan speead boat tersebut membuat, membuat pihaknya menghentikan total wisata susur sungai Sebangau.

"Kalau dibilang berpengaruh terhadap pendapatan kami, tentu ada pengaruhnya. Tapi kami sama sekali tidak mempermasalahkan. Kami justru prihatin dengan adanya musibah ini. Apalagi sampai ada korban jiwa. Ini kan menyedihkan," ucapnya.

Mengenai kapan kembali dioperasikan wisata susur sungai tersebut, pihaknya akan melakukan komunikasi kepada Wali Kota Palangka Raya maupun Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga. "Kami menunggu arahan dari bapak wali kota dan instansi terkait kapan sebaiknya wisata ini kembali beroperasi," ungkapnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi wisata susur sungai di Dermaga Kereng Bangkirai itu, memang semua kelotok kecil, kapal hias serta lain sebagainya tidak beroperasi sementara ini. Namun sejumlah pedagang tetap berjualan seperti biasanya, karena dengan banyaknya masyarakat setempat yang berdatangan yang ingin melihat langsung proses evakuasi para korban kecelakaan air di Sungai Sebangau, mereka tetap berbelanja kuliner yang sudah dijual oleh masyarakat setempat.

Diberitakan sebelumnya, long boad L300 milik Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng terlibat kec elakaan dengan kapal cepat TNI AD Den Bekang XII/Tpr. Kapal TNI saat itu hendak melakukan pengecekan lokasi guna mengamankan VVIP Kunjungan Raja dan Ratu Belanda yang akan datang ke Kota Palangka Raya.

Kapal cepat milik TNI AD atau tim survei rute kunjungan pengamananVVIPRaja Wilem Alexander dan Ratu Maxima di Provinsi Kalimantan Tengah dipimpin oleh Dansubsatgas Pam VVIP Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono yang merupakan Dandim 1011/Klk.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement