Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Cegah Corona, Mahasiswa ITB Gelar Sosialisasi Sanitasi  

Ahad 08 Mar 2020 20:08 WIB

Red: Fernan Rahadi

Sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam BLEMBA 25, bekerja sama dengan Sinergi Foundation, melakukan sosialisasi kesehatan dan sanitasi  kepada tiga ratusan siswa-siswi SDN Kebon Manggis 08 Pagi  dalam acara BLEMBA 25 BISA: Berbagi Inspirasi Bagi Indonesia, Sabtu (7/3)..

Sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam BLEMBA 25, bekerja sama dengan Sinergi Foundation, melakukan sosialisasi kesehatan dan sanitasi kepada tiga ratusan siswa-siswi SDN Kebon Manggis 08 Pagi dalam acara BLEMBA 25 BISA: Berbagi Inspirasi Bagi Indonesia, Sabtu (7/3)..

Foto: dokpri
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas SDM adalah dengan menjaga kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam BLEMBA 25, bekerja sama dengan Sinergi Foundation, melakukan sosialisasi kesehatan dan sanitasi. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus corona dan penyakit pascabanjir.

Sosialisasi yang dilakukan di antaranya termasuk cara mencuci tangan dan menyikat gigi yang benar serta pemilahan sampah kepada tiga ratusan siswa-siswi SDN Kebon Manggis 08 Pagi  dalam acara BLEMBA 25 BISA: Berbagi Inspirasi Bagi Indonesia, Sabtu (7/3). Dalam kegiatan BLEMBA 25 BISA juga dilakukan sosialisasi kesehatan gigi dan mulut yang turut melibatkan para dokter gigi secara interaktif.

Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 tentang Blok Gigi yang menyatakan bahwa 57,6 persen penduduk Indonesia mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut. Hanya 2,8 persen penduduk Indonesia berusia 3 tahun ke atas yang menyikat gigi dua kali sehari pada pagi dan malam. Padahal, kesehatan gigi dan mulut adalah bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan.

"Menurut kami, anak-anak perlu diperkenalkan dengan kebiasaan hidup sehat dan bersih sejak dini, terutama menyikapi situasi pascabanjir Jakarta dan meluasnya virus corona. Terlebih, berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi gigi berlubang pada anak usia dini masih sangat tinggi yaitu 93 persen," ujar Ketua Panitia BLEMBA 25 BISA, Meily Priliani, dalam siaran persnya, Ahad (8/3).

Meily menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk dukungan BLEMBA 25 dan Sinergi Foundation terhadap agenda prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo, yakni meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Menurutnya, salah satu cara untuk meningkatkan kualitas SDM adalah dengan menjaga kesehatan.

Kepala Sekolah SDN Kebon Manggis 08, Marrifah, menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami sangat bersyukur atas kepedulian para mahasiswa ITB terhadap sekolah kami. Acara ini memberi wawasan bagi para siswa, betapa pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan. Semoga kegiatan serupa dilakukan pihak lain dan dapat bermanfaat bagi warga yang lebih luas," tuturnya.

Meily berharap para siswa-siswi SDN Kebon Manggis 08 dapat menjadikan ini sebagai kebiasaan sehingga kualitas hidup mereka menjadi lebih baik di masa depan. Selain sosialisasi kesehatan, BLEMBA 25 juga menggelar kelas inspiratif yang memberi motivasi dan sejumlah pelatihan bagi guru dan murid, donasi kebutuhan sehari-hari maupun perlengkapan kesehatan termasuk sikat gigi dan odol, dan lainnya. Dalam melaksanakan kelas inspiratif dan penyaluran donasi, BLEMBA 25 bekerja sama dengan Sinergi Foundation.

"Saya sepakat dengan sebuah ungkapan Latin yang menyatakan, mens sana in corpore sano: di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat," kata Meily.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA