Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

BMH Bantu UMKM Bandung Optimalkan Digital Marketing

Sabtu 07 Mar 2020 05:54 WIB

Red: Irwan Kelana

BMH Perwakilan Jawa Barat memberikan pelatihan digital marketing untuk para pelaku UMKM di Kabupaten Bandung Barat.

BMH Perwakilan Jawa Barat memberikan pelatihan digital marketing untuk para pelaku UMKM di Kabupaten Bandung Barat.

Foto: Dok BMH
Mereka adalah  para pelaku usaha binaan BMH di Kabupaten Bandung Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dunia digital yang kian berkembang menjadikan banyak hal bisa dilakukan pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) terutama sisi marketing. Namun belum semua pelaku UMKM mengerti pentingnya manfaat dan cara menggunakan digital marketing.

Terkait hal tersebut,  Laznas BMH hadir memberikan fasilitas pengenalan, pembelajaran mengenai digital marketing.

"Alhamdulillah, Laznas BMH  Perwakilan Jawa Barat terpanggil mendorong pelaku UMKM dapat memaksimalkan dunia digital dengan efektif. Untuk itu, kami mengadakan Pelatihan Riset Pasar, Digital Marketing dan Sosialisasi Halal untuk ibu-ibu pelaku UMKM," terang Kepala BMH Perwakilan Jawa Barat, Rahmat Hidayat, Kamis  (5/3). 

Semua peserta adalah para pelaku usaha binaan BMH  dari dua kecamatan di Kabupaten Bandung Barat.  Yakni,  Kecamatan Padalarang dan Kecamatan Ngramprah. 

Pelatihan yang berlangsung di RM TNT Saung Makan Kabupaten Bandung Barat itu mengundang  tiga narasumber. Mereka adalah Ir Dina Sudjana, Muhammad Seftiawan, dan Dani Hamdani

Dina Sudjana,  ketua Pusat Halal Salman ITB memaparkan pentingnya sertifikat halal. "Sertifikat halal penting, karena manfaat dari sertifikat halal adalah untuk menentramkan umat. Adanya jaminan dari lembaga yang memeriksa kehalalan, kemudian ulama yang memutuskan produk itu halal atau tidak, maka pasar akan melihat produk kita layak dan aman dikonsumsi," urainya seperti dikutiip dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Selain perihal kehalalan, peserta juga dibekali pengetahuan tentang tahapan dalam melakukan survei  pasar. "Supaya amunisi, modal pelaku UMKM -- entah apapun itu, baik itu tenaga, pikiran ataupun uang --  efektif tepat sasaran diperlukan survei  pasar," ujar Muhammad Seftiawan, founder Surveyku.com.

Sesi paling ditunggu adalah pembekalan peserta mengenai digital marketing. "Indonesia ini 57  persen  dari jumlah penduduknya adalah pengguna Internet. Katakan, satu  persen  saja kita bisa jadikan target market produk UMKM, itu bisa menbuat makmur UMKM kalau bisa menggunakan ceruk itu," tutur Dani Hamdani selaku trainer digital marketing dari Digimark Training Center.

Menurut Ketua Forum UMKM Kabupaten Bandung Barat,  sekaligus ketua Tim Pendamping Sekolah Ibu Hebat BMH, Prana Ajisasdara,  acara ini penting digulirkan oleh BMH.

"Ini bisa membentuk ibu-ibu pengusaha UMKM yang tangguh, berahlak dan berwawasan kekinian khususnya di bidang digital marketing. Bagus sekali inisiatif BMH dalam program ini," ucapnya.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA