Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Kemenhub Bantah Nakhoda Terindikasi Corona di Tanjung Priok

Jumat 06 Mar 2020 19:53 WIB

Red: Agus Yulianto

Warga melihat aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (Ilustrasi)

Warga melihat aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (Ilustrasi)

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Hasil observasi oleh KKP tidak ada ABK kapal yang terindikasi virus Corona.  

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menegaskan bahwa informasi adanya nakhoda kapal CMA CGM Virginia di Pelabuhan Tanjung Priok, terindikasi virus Corona adalah tidak benar.

"Informasi simpang siur yang beredar melalui percakapan di aplikasi WhatApp, yang menyebutkan adanya nakhoda kapal berkewargaan Ukraina terindikasi virus Corona adalah informasi tidak benar dan menyesatkan," tegas Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad hari ini di Jakarta (6/3).

Ahmad juga menanggapi adanya informasi yang mengatakan bahwa sandarnya kapal tersebut tidak mengikuti Standar dan Prosedur pemeriksaan kapal asing terkait antisipasi virus Corona dan adanya Anak Buah Kapal (ABK) CMA CGM Virginia yang juga terindikasi virus Corona.

"Sekali lagi, kami tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Kapal sandar di Pelabuhan Tanjung Priok tepatnya di Jakarta International Container Terminal (JICT) sudah mengikuti prosedur dan semua ABK dalam kondisi sehat," ujar Ahmad dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Jumat (6/3)

Ahmad menjelaskan, kronologi kejadian tersebut berawal dari adanya pergantian nakhoda kapal sebelum kapal tersebut bertolak ke Tanjung Perak Surabaya. 

Bermula saat Kapal CMA CGM Virginia dari Tiongkok sandar di JICT Tanjung Priok pada tanggal 5 Maret 2020 pukul 13.00 WIB setelah sebelumnya diperiksa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di zona karantina dan pada akhirnya diizinkan bersandar setelah ada clearance kesehatan dari KKP.

"Hasil observasi oleh KKP tidak ada ABK kapal yang terindikasi virus Corona," kata Ahmad.

Selanjutnya, hari ini (6/3), Surat Persetujuan Berlayar (SPB)  diterbitkan oleh Syahbandar Tanjung Priok dan ada pergantian Nakhoda kapal sebelum kapal tersebut akan bertolak ke Pelabuhan Tanjung Perak. Adapun nakhoda kapal pengganti tersebut tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dan diketahui sedang sakit batuk sehingga agen kapal menelpon KKP yang langsung membawa nakhoda kapal pengganti tersebut ke rumah sakit Port Medical Center (PMC) Tanjung Priok. 

"Hasil pemeriksaan dikatakan bahwa nakhoda kapal berkewargaan Ukraina tersebut tidak terindikasi virus Corona melainkan sakit flu biasa. Namun demikian, nakhoda kapal tersebut masih diobservasi di Rumah Sakit PMC hingga saat ini," kata Ahmad.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus melakukan sejumlah langkah guna mengantisipasi penyebaran virus Corona, salah satunya antisipasi penyebaran di wilayah Pelabuhan Indonesia dengan menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor SE 8 Tahun 2020 tentang Langkah Siaga Hadapi Penyebaran Virus Corona di Wilayah Pelabuhan Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah menyampaikan pesan melalui unggahan video pendek di media sosial pribadinya yang menyebutkan bahwa musuh terbesar bangsa Indonesia saat ini bukanlah virus corona itu sendiri, tapi rasa cemas, rasa panik, rasa ketakutan yang berlebihan dan berita-berita hoaks. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA