Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

SBY Minta Pemerintah Aktif Sosialisasikan Omnibus Law

Jumat 06 Mar 2020 17:07 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bayu Hermawan

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (6/3).

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (6/3).

Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Waketum Demokrat mengatakan SBY meminta pemerintah aktif sosialisasikan Omnibus Law.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan mengatakan, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta pemerintah lebih aktif dalam mensosialisasikan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Hal itu disampaikan oleh SBY saat bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Puri Cikeas, Jawa Barat, Kamis (5/3) malam kemarin.

"Pak SBY menginginkan agar pemerintah menjelaskan secara utuh kepada masyarakat. Kalau misal presiden tidak bisa, bisa dilakukan oleh Menko Perekonomian," ujar Syarief di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (6/3).

Baca Juga

Syarief menjelaskan, Partai Demokrat ingin RUU Cipta Kerja menjadi sesuatu yang mensejahterakan masyarakat. Bukan hanya menguntungkan segelintir pihak. "Kami yakin kalau rakyat mengerti dan memang betul-betul ada keberpihakan kepada rakyat, tentu Partai Demokrat akan mendukung," ujar Syarief.

Jika pemerintah ingin meminta pendapat terkait RUU Cipta Kerja, Partai Demokrat mengaku siap. Apalagi SBY memiliki pengalaman sebagai presiden selama dua periode. "Kalau ada yang perlu diperbaiki, Partai Demokrat siap memberikan masukan," ujar Syarief.

Ditanya, apakah ada keinginan Partai Demokrat bergabung dengan koalisi pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin? Syarief menjawab tidak. Sebab, kerjasama antara dua pihak yang berseberangan tidak perlu diikat sebuah koalisi.

"Bisa bekerjasama dengan membangun bangsa ini dengan posisi berbeda. Golkar di dalam, kami di luar, untuk kepentingan rakyat kami dukung," ujar Syarief.

Diketahui, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Keduanya membahas beberapa hal, diantaranya penjelasan proses omnibus law dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

SBY mengatakan, pertemuannya dengan Airlangga hari ini untuk menyamakan pandangan terkait dua hal tersebut. Termasuk peluang koalisi di beberapa daerah dalam Pilkada 2020.

"Mari kita membangun kebersamaan untuk membangun negara kita. Pertemuan ini adalah pertemuan politik pertama antara Partai Demokrat dan Partai lain, juga sejak kehilangan orang yang paling saya cintai yaitu Ibu Ani Yudhoyono," ujar SBY, Kamis (5/3).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA