Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Bima Perkasa Kehilangan Mesin Poin di IBL 2020

Jumat 06 Mar 2020 05:47 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Pemain asing Bima Perkasa Jogja Devin Gilligan membawa bola dijaga guard Satria Muda Pertamina Sandy Ibrahim Aziz.

Pemain asing Bima Perkasa Jogja Devin Gilligan membawa bola dijaga guard Satria Muda Pertamina Sandy Ibrahim Aziz.

Foto: DOK IBL
Bima Perkasa kehilangan pemain asing Devin Gilligan yang cedera.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu tim peserta IBL Pertamax 2020, Bank BPD DIY Bima Perkasa kembali harus kehilangan mesin pendulang angka. Setelah jauh sebelum liga dimulai sudah ditinggal Yanuar Priasmoro karena cedera, kini mereka harus kehilangan Devin Gilligan.

Baca Juga

"Devin mengalami cedera pada kedua kakinya. Sebenarnya di kaki kiri sudah dirasakan sejak seri Kediri, tetapi dia memaksakan. Akhirnya kaki kanannya kini cedera," kata pelatih Bima Perkasa, Raoul Miguel Hadinoto.

Dia sudah melaporkan perihal ini beserta lampiran dokumen medis cedera Devin. Ebos, sapaan Raoul, berharap timnya bisa segera mendapatkan pemain asing pengganti. 

"Penggantinya diharapkan datang Sabtu dan akan langsung kami mainkan," katanya, dilansir dari laman IBL Indonesia, Kamis (5/3). 

Bagi Nuke Tri Saputra perjalanan musim ini bersama Bima Perkasa diakuinya kurang mulus. Shooter Bima Perkasa ini kembali bermain setelah sebelumnya beristirahat usai keluar dari Pacific Caesar. 

"Saya cedera dan tim juga harus beradaptasi lagi dengan pemain asing baru. Saya pribadi juga merasa masih kurang berani dalam bermain setelah cedera," kata Nuke. 

Ebos yakin timnya akan bangkit. Meskipun saat ini Bima Perkasa terancam meluncur ke dasar klasemen di saat dua tim terbawah, Prawira Bandung dan Amartha Hangtuah mulai bangkit. "Kami harus tetap solid dan maksimalkan semua yang kami miliki," tegasnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA