Kamis 05 Mar 2020 14:22 WIB

Masker dan Hand Sanitizer Masih Langka

Masker dan hand sanitizer masih langka di pasaran.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Muhammad Hafil
Masker dan hand sanitizer masih langka di pasaran.. Foto: Petugas kepolisian Polda Metro Jaya melintasi barang bukti saat rilis dugaan penimbunan masker di gudang di Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Rabu (4/3/2020).
Foto: Antara/Fauzan
Masker dan hand sanitizer masih langka di pasaran.. Foto: Petugas kepolisian Polda Metro Jaya melintasi barang bukti saat rilis dugaan penimbunan masker di gudang di Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Rabu (4/3/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keberadaan masker dan hand sanitizer masih sulit didapatkan sejak virus corona mulai mewabah di Indonesia beberapa waktu lalu. Sejumlah toko dan apotek pun belum dapat memastikan kapan kedua barang tersebut kembali hadir.

Republika mencoba mendatangi beberapa apotek dan supermarket di Jakarta. Saat memasuki sebuah apotek K24 di Jalan Pesanggrahan, Kembangan, Jakarta Barat.

Apotek dengan merek yang didominasi warna hijau itu terlihat sepi pengunjung. Hanya ada tiga pegawai apotek yang sedang merapikan barang-barang di etalase. Ketika ditanyai mengenai stok masker dan hand sanitizer, salah satu pegawai itu menjawab bahwa hingga saat ini kedua barang tersebut sedang habis.

"Sudah hampir semingguan ini (masker dan hand sanitizer) kosong," kata Susan kepada Republika, Kamis (5/3).

Susan pun mengaku belum tahu kapan kedua barang itu bisa distok kembali. Dia menyebut, sebelum virus corona mulai masuk ke Indonesia, pihaknya menjual satu boks berisi 50 lembar masker dijual dengan harga Rp 50 ribu. Namun, setelah diketahui bahwa ada dua WNI di Depok yang tertular virus tersebut, pihaknya menaikan harga jual menjadi Rp 125 ribu per boks masker

Menurut Susan, harga jual itu dipengaruhi juga dari pihak supplier. "Kita jualnya tergantung harga dari supplier berapa," ujar dia.

Sementara itu, saat mencoba mendatangi sebuah minimarket yang berjarak sekitar 30 meter dari apotek itu, hal yang sama kembali ditemukan. Rak yang biasanya menjadi tempat pajangan masker dan hand sanitizer terlihat kosong.

Seorang pegawai minimarket bernama Septi menuturkan, setiap dua hari sekali, pihaknya menerima pengiriman barang untuk stok dagangan di minimarket tersebut. Namun, dia tidak dapat memastikan, apakah pengiriman barang berikutnya yang dijadwalkan tiba besok, membawa masker atau tidak.

"Selasa kemarin barang (masker) baru masuk, langsung habis. Besok barang datang lagi, tapi belum tahu ada masker atau tidak," ucap Septi.

Di sisi lain, sambung Septi, stok barang hand sanitizer bahkan sudah kosong di minimarket itu sejak satu bulan lalu. Namun, dia tidak mengetahui pasti penyebab terjadinya hal tersebut.

Republika kemudian mencoba menyambangi dua apotek yang berada di Plaza Semanggi, Jakarta. Di apotek Century, seorang staf bernama Astika menjelaskan, sudah sejak satu bulan lalu, pihaknya tidak menjual masker. Sebab, stok barang tersebuf sedang kosong.

"Masker kosong sejak sebulan lalu. Dari supplier memang tidak ngirim, jadi di gudang kosong," papar Astika.

Sedangkan stok hand sanitizer di apotek itu pun mulai menipis. Di etalase hanya terdapat empat botol hand sanitizer dengan ukuran 60 mililiter. Hand sanitizer itu dijual seharga Rp 19.300 per botol.

"Belum tahu kapan barang (masker dan hand sanitizer) datang lagi," tutur Astika.

Pun di apotek Watson, masker dan hand sanitizer tidak dapat ditemukan. Menurut pegawai apotek yang enggan disebutkan namanya itu, sudah sekitar satu minggu kedua barang tersebut kosong.

"Mungkin ada yang nimbun (masker dan hand sanitizer) kali. Enggak tahu juga kapan barang itu bakal datang lagi," kelakar perempuan itu.

Sementara itu, seorang konsumen yang ditemui di apotek itu bernama Fidelia mengaku, dirinya pun cukup kesulitan membeli masker dan hand sanitizer. Dia menyebut, kedua barang itu pun masih langka di sekitar rumahnya di wilayah Mangga Besar, Jakarta Barat.

Dia pun sudah mencoba mencari di beberapa toko dan supermarket yang ada di sekitar tempat kerjanya di Sudirman, Jakarta Pusat. Namun, ia masih kesulitan mendapatkan kedua barang tersebut.

"Bahkan sudah coba nyari di toko online juga, tapi masih kesulitan. Kalaupun ada harganya mahal banget," ungkap Fidelia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement