Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Antisipasi Corona, Tanzania Larang Pesepak Bola Jabat Tangan

Kamis 05 Mar 2020 11:44 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Endro Yuwanto

Pemain sepak bola di Tanzania dilarang berjabat tangan untuk antisipasi penyebaran virus corona (Foto: ilustrasi pemain bola).

Pemain sepak bola di Tanzania dilarang berjabat tangan untuk antisipasi penyebaran virus corona (Foto: ilustrasi pemain bola).

Foto: Piqsels
Federasi Sepak Bola Tanzania minta agar jabat tangan itu diganti dengan bentuk lain.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Federasi Sepak Bola Tanzania melarang berjabat tangan bagi para pemain yang berlaga dalam pertandingan sepak bola. Larangan ini diberlakukan sebagai bentuk respons atas merebaknya wabah virus corona dan untuk menghindari penyebaran virus tersebut.

Media setempat, The Star Kenya, yang dikutip Anadolu Agency, Kamis (5/3), melaporkan, federasi tersebut meminta agar jabat tangan itu diganti dengan bentuk lain. Misalnya dengan bahasa isyarat atau bentuk-bentuk alternatif lain seperti tos dengan tangan terkepal.

Federasi Sepak Bola Tanzania membenarkan keputusannya. Federasi mengeluarkan larangan tersebut berdasarkan saran dari kementerian kesehatan negara itu untuk membantu memerangi penyebaran virus yang sejauh ini telah merenggut 3.198 nyawa, dan menginfeksi 93.094 jiwa, di 77 negara di seluruh dunia.

Selasa (3/3) kemarin, Presiden Tanzania John Magufuli, dalam sebuah rekaman video terlihat menghindari jabat tangan dengan tamu di State House, kediaman resminya. Sebagai alternatif, ia menerima kolega pemerintah dengan melakukan 'goyangan kaki'.

Jabat tangan, menurut studi, mentransfer dua kali jumlah bakteri dibandingkan dengan bentuk-bentuk pertukaran lainnya. Sebagai bagian dari langkah-langkah dasar melawan virus corona, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyarankan masyarakat untuk secara teratur dan menyeluruh membersihkan tangan dengan berbasis alkohol atau mencucinya dengan sabun dan air.

Setelah menyatakan wabah sebagai darurat kesehatan internasional, WHO menaikkan penilaian risiko global menjadi sangat tinggi. Sementara itu, Pemerintah Tanzania telah menutup perbatasan dan menangguhkan perjalanan darat dan udara dengan negara-negara yang terkena dampak terburuk seperti China, Italia, dan Iran.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA