Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Mercedes Berencana Pangkas Jumlah Varian Produk

Rabu 04 Mar 2020 20:03 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Dwi Murdaningsih

Mercedes-Benz Vision AVTR

Mercedes-Benz Vision AVTR

Foto: Mercedes-Benz
Mercedes berencana menekan biaya produksi namun tetap memanjakan konsumen.

REPUBLIKA.CO.ID, STUTTGART—Regulasi soal emisi dan perkembangan mobil listrik membuat sejumlah pabrikan harus menyiapkan sejumlah strategi. Kondisi ini pun membuat Mercedes-Benz berencana untuk memangkas sejumlah line-up, powertrain dan platform.

Dilansir dari Autocar pada Rabu (4/3), selain untuk menyesuaikan dengan regulasi dan kondisi pasar, strategi pabrikan Jerman itu diterapkan sekaligus untuk menyederhanakan varian produk, menekan biaya dan mendongkrak keuntungan.

Pimpinan riset dan pengembangan Mercedes, Markus Schafer mengatakan, strategi ini juga dilakukan karena Mercedes sedang fokus untuk menghadirkan produk mobil listrik.

“Oleh karena itu, kami sedang meninjau portofolio produk kami. Nantinya, kami akan menyajikan pilihan varian model yang lebih sederhana. Mengingat, saat ini kami telah hadir dalam 45 model produk,” kata Markus Schafer.

Biasanya, dalam perampingan model, pabrikan akan memberikan prioritas bagi model yang hadir dalam platform yang sama dengan model lainya. Artinya, model yang hadir dengan platform “khusus” harus melalui kajian mendalam jika ingin tetap dipertahankan.

Menurutnya, saat ini beberapa model yang hadir dalam platform tersendiri adalah Mercedes G-Class, SL, AMG-GT dan S-Class. Tapi, boleh jadi Mercedes tetap mempertahankan model tersebut jika memang permintaanya memang masih cukup tinggi. Kebijakan ini pun ditetapkan juga pada model dengan mesin V8 dan V12.

Meskipun, lanjutnya, kalau soal powertrain, tentu nantinya hal ini juga akan berkaitan dengan peraturan soal standar emisi. Mengingat, saat ini, peraturan emisi tengah memasuki pada peraturan Euro7 sehingga Mercedes akan menghadirkan mesin yang sesuai dengan regulasi itu.

Dilihat dari sini, artinya kedepan Mercedes akan lebih fokus untuk memasarkan produk yang dibangun berdasar platform sharing, produk mobil listrik dan mobil platform tunggal yang dinilai memiliki peminat yang masih cukup banyak. Dengan begitu, maka Mercedes dapat menekan biaya produksi namun tetap memanjakan para konsumen yang cinta lingkungan dan sekaligus tetap mewadahi konsumen yang menginginkan mobil berperforma tinggi.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA