Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Polisi Bongkar Penimbunan Masker dan Cairan Antiseptik

Rabu 04 Mar 2020 10:28 WIB

Red: Esthi Maharani

Warga beraktivitas menggunakan masker

Warga beraktivitas menggunakan masker

Foto: Antara/Galih Pradipta
Masker kesehatan dan cairan antiseptik langka di pasaran selama beberapa hari terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID., SEMARANG - Polda Jawa Tengah mengungkap penimbunan masker kesehatan dan cairan antiseptik di Kota Semarang menyusul kelangkaan terhadap alat-alat kesehatan itu dalam beberapa waktu terakhir.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iskandar F Sutisna mengaku telah mengamankan dua orang dalam pengungkapan tersebut. Pengungkapan itu berawal dari informasi kelangkaan distribusi masker kesehatan di pasaran selama beberapa hari terakhir.

"Petugas kemudian melakukan patroli siber di media sosial," kata dia, Rabu (4/3).

Dari patroli siber tersebut, polisi menelusuri keberadaan sejumlah pihak yang diduga berkaitan dengan penimbunan barang tersebut. Polisi mengamankan penjual masker kesehatan berbagai merek bernama Arj Kurniawan, warga Semarang Timur, yang memperdagangkan komoditas kesehatan itu melalui media sosial.

"Pelaku ini diduga memperjualbelikan masker kesehatan berbagai merek dalam jumlah besar melalui media sosial," katanya.

Dari pengembangan, polisi menangkap satu pelaku lain bernama Merriyati, warga Genuk, Kota Semarang, yang diduga sebagai penimbun antiseptik kesehatan.

Dari kedua pelaku tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti 8 boks masker kesehatan berbagai merek serta belasan kardus berisi cairan antispetik.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan. Iskandar menambahkan bahwa polisi masih mengembangkan pengungkapan ini untuk mengetahui kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA