Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Tujuh Orang Terinfeksi Corona dari Italia Masuk ke China

Rabu 04 Mar 2020 08:41 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Christiyaningsih

Provinsi Zhejiang timur China mengonfirmasi tambahan tujuh kasus virus corona yang semuanya berasal dari Italia pada Selasa (3/3). Ilustrasi

Provinsi Zhejiang timur China mengonfirmasi tambahan tujuh kasus virus corona yang semuanya berasal dari Italia pada Selasa (3/3). Ilustrasi

Foto: Antara/Muhammad Adimadja
Provinsi Zhejiang timur China mengonfirmasi tambahan tujuh kasus virus corona yang semuanya berasal dari Italia pada Selasa (3/3)

SHANGHAI -- Provinsi Zhejiang timur China mengonfirmasi tambahan tujuh kasus virus corona yang semuanya berasal dari Italia pada Selasa (3/3). Hal ini terjadi satu hari setelah China menurunkan tingkat tanggap darurat untuk Covid-19 menjadi risiko rendah.

Tujuh kasus baru ini semuanya terhubung dengan seorang wanita berusia 31 tahun yang tiba di Shanghai dari Milan pada Kamis (27/2). Infeksi dikonfirmasi pada Senin (2/3).

Baca Juga

Dilansir South China Morning Post Selasa (3/3) disebutkan, Otoritas kesehatan Shanghai mengatakan enam dari kasus terbaru telah bepergian dengan wanita itu melalui Moskow. Mereka tidak memiliki gejala ketika mereka memasuki China dan membawa mobil sewaan ke Zhejiang.

Orang ketujuh telah bekerja dengan wanita itu. Enam orang lain yang terinfeksi di restoran yang sama di Italia dan telah transit di Jerman dalam perjalanan dari Milan ke Shanghai.

Otoritas Shanghai akan meminta semua orang memasuki kota dari negara-negara dengan kondisi virus yang relatif serius untuk mengarantina diri selama 14 hari. Aturan akan berlaku untuk semua orang terlepas dari kebangsaan mereka.

Pengumuman Shanghai mengikuti langkah serupa oleh pihak berwenang di provinsi Guangdong, China selatan. Media pemerintah melaporkan pada Selasa bahwa pendatang baru dari negara dan daerah dengan wabah corona yang parah harus mengarantina diri mereka sendiri selama 14 hari.

Laporan itu tidak merinci negara mana yang menjadi target. Tetapi laporan mengatakan tindakan itu adalah bagian dari upaya Guangdong untuk memperkuat kebijakan kesehatan mengingat bagaimana epidemi itu menyebar di luar China.

"Demi kesehatan dan keselamatan keluarga Anda tolong perkuat tindakan pencegahan Anda, dengan hati-hati memutuskan rencana perjalanan dan meminimalkan mobilitas," kata pejabat di satu provinsi selatan China dilansir BBC.

Pejabat China mengatakan penurunan lebih lanjut pada infeksi corona pada Selasa menunjukkan bahwa epidemi telah stabil di daratan. Ada 125 kasus baru, turun dari 202 yang dicatat sehari sebelumnya. Ini adalah jumlah terendah sejak otoritas kesehatan China mulai menerbitkan data nasional pada Januari.

Komisi Kesehatan Nasional mengatakan ada juga 31 kematian baru sehingga jumlah kematian menjadi 2.943. Dengan 114 kasus terbaru terjadi di Hubei, ada juga lompatan infeksi baru di luar provinsi menjadi 11. Angka itu naik dari enam hari sebelumnya. Kendati begitu, sebanyak 47.204 pasien kini telah pulih.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA