Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Wapres Ingatkan Bahaya Bibit Radikalisme dari Kampus

Senin 02 Mar 2020 13:15 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Muhammad Hafil

Kampus tak boleh disusupi paham radikalisme.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan agar dunia kampus harus terbebas dari paham-paham radikalisme. Sebab, Wapres menilai bibit-bibit radikalisme yang tumbuh sejak di dunia pendidikan justru lebih berbahaya.

Itu disampaikan Wapres saat menerima Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa yang terdiri dari pimpinan-pimpinan perguruan tinggi di Indonesia.

"Apa yang disampaikan Pak wapres tadi, kalau kita tidak benahi kampus kita terkait dengan ideologi kebangsaan kita maka itu akan berbahaya," ujar Koordinator Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa yang juga Rektor Universitas Lampung Karomani di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (2/3).

Wapres kata Karomani, menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi nantinya akan masuk ke setiap institusi atau lembaga. Karena itu, sejak awal, kampus tidak boleh disusupi paham-paham radikalisme.

"Karena lulusan universitas itu akan masuk ke setiap institusi negara dan kita harus memastikan bahwa steril bahwa radikalisme tidak bisa masuk ke kampus, saya kira itu," ujar Karomani.

Karena itu, Forum Rektor yang terdiri dari 30 perguruan tinggi negara (PTN) di Indonesia itu berkomitmen untuk mencegah masuknya radikalisme ke kampus. Apalagi, Pemerintah memastikan untuk bersinergi untuk mencegah penyebaran radikalisme.

"Karena di kmpus itu sifatnya dialog maka akan kita adakan nanti banyak dialog, seminar terkait ideologi, terkait mungkin islam moderat supaya mereka tidak ikut arus yang seperti yang diindikasikan," ujarnya.

Sekretaris Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa Fathur Rakhman yang juga Rektor Universitas Negeri Semarang mengatakan para rektor berkomitmen untuk memerangi radikalisme di dalam kampus masing-masing. Dengan begitu, sumber daya manusia (SDM) Indonesia nantinya lebih berkualitas.

Ke depan, ia memastikan akan ada nota kesepahaman di antara para rektor dan stakeholder terkait.

"Nanti akan dilakukan Mou dengan para rektor dihadiri oleh Pak Wapres untuk sama-sana melakukan program program yang pertama adalah pengembangan karakter dan penguatan bagi program bela negara dan antisipasi bagi radikalisme," ujarnya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA