Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Jokowi Singgung Pentingnya Pendidikan Moderasi oleh Warga NU

Ahad 01 Mar 2020 12:51 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Perkembangan dunia saat ini juga memengaruhi kepercayaan seseorang pada ideologi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung pentingnya pendidikan moderasi yang selama ini dianut warga Nahdlatul Ulama (NU). Hal ini disampaikan Jokowi saat menghadiri pengukuhan KH Asep Saifuddin Chalim sebagai guru besar bidang sosiologi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya.

Baca Juga

Presiden mengutip isi buku karya KH Asep yang berjudul 'Aswaja'. Menurut Jokowi, konten buku tersebut menekankan pentingnya pendidikan keagamaan yang benar dalam keluarga.

"Supaya kita terhindar dari pemikiran dan kepercayaan yang menyimpang di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi saat ini," kata presiden seperti dikutip dari siaran pers resmi istana, Ahad (1/3). 

Perkembangan dunia saat ini, lanjut kepala negara, tidak hanya memengaruhi perilaku keagamaan seseorang, tetapi juga pada kepercayaan seseorang pada sebuah sistem ideologi, tata negara dan kehidupan sosial. Saat ini, gerakan-gerakan ekstremis muncul yang bahkan memicu peperangan dan konflik di beberapa negara.

"Di sinilah pendidikan moderasi yang dianut warga NU dan yang dikembangkan Kiai Asep sangat relevan untuk kita aplikasikan," katanya. 

Pendidikan moderasi tersebut, menurut presiden, adalah pendidikan yang mengusung nilai dan karakter tawassuth (bersikap moderat), tawazzun (bersikap seimbang), i’tidal (bersikap adil), dan tasamuh (bersikap toleran).

Presiden memandang, nilai-nilai dan karakter tersebut menjadi kekuatan pendidikan dalam menjaga Pancasila dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, merawat persatuan dan kesatuan bangsa, serta membangun masyarakat yang madani.

Dalam sambutannya, presiden juga menyampaikan selamat atas pengukuhan tersebut. Menurutnya, guru besar adalah bentuk pengakuan akademik tertinggi atas kontribusi KH Asep dalam mengembangkan studi Islam dan dalam mengembangkan model pendidikan yang inovatif untuk membangun umat dan membangun bangsa.

"Saya mengikuti terus perjuangan beliau, Bapak Kiai Asep, dalam mengembangkan dan mewujudkan manusia unggul dan berakhlakul karimah. Bukan hanya melalui pemikiran-pemikiran yang beliau sampaikan di banyak kesempatan, tetapi yang lebih penting lagi adalah melalui kiprah dan karya yang beliau ciptakan," kata presiden.

Kiai Asep juga dikenal memiliki perhatian besar dalam meningkatkan kualitas guru dan pesantren. Menurut Presiden, sebagai Ketua Umum Persatuan Guru NU (Pergunu), banyak program dan inovasi yang dilakukan oleh Kiai Asep, seperti pengembangan metode pembelajaran dan peningkatan fasilitas pesantren, serta penguatan keterampilan bagi para guru dan santri. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA