Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Pemikir Islam Kontemporer Mesir Muhammad Imarah Tutup Usia

Sabtu 29 Feb 2020 16:30 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Muhammad Imarah meninggal dunia

Muhammad Imarah meninggal dunia

Foto: Dok Istimewa
Muhammad Imarah dikenal sebagai pemikir Islam kontemporer.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Innalillahi wa inna ilahi rajiun. Berita duka datang dari Mesir, cendekiawan Muslim dan pemikir Islam, Muhammad Imarah, meninggal dunia pada Jumat (28/2).

Kabar wafatnya anggota Dewan Ulama Senior Mesir itu, disampaikan putranya, Khalid Imarah melalui media sosial. Beliau wafat di usia 89 tahun karena sakit ringan selama dua pekan terakhir. Jenazahnya dimakamkan hari ini, Sabtu (29/2).

Baca Juga

“Pada Jumat sore bertepatan 4 Rajab 1441 H, ayah saya, pemikir Islam, anggota Dewan Senior Ulama Mesir meninggal dunia setelah sakit ringan kurang dari tiga pekan. Ayah saya meninggal dunia dengan tenang dan tanpa sakit yang membebankan keluarga. Beliau berdoa untuk ibunda saya, putra-putranya, cucunya, dan para pecintanya dan mengatakan:

”Saya mencintai engkau, dan rela meninggalkanmu. Dan kalimat yang kerap diucapkan adalah alhamdulillah..alhamdulillah. Beliau wafat dalam kondisi tersenyum dan berwasiat untuk meneruskan agenda pemikiran Islam, buku, dan risetnya.”  

Muhammad Imarah dikenal sebagai pemikir Islam kontemporer. Beliau lahir di Kafr El Sheikh, Mesir pada 8 Desember 1931. Beliau telah menghasilkan puluhan karya. Setidaknya kurang lebih tercatat ada 80 karya.

Di antara karyanya Tayarat al-fikr al-Islami, al-Tahrir al-Islamiy lilmar'ah, al-Imam Muhammad 'Abduh: Mujadid al-dunya bitajdid al-din, al-Islam wa huquq al-Insan: Darurat la Huquq, al-Islām wa’l-ʿaqalliyyāt, dan al-Gharb wa'l-Islam: ayn al-khatta' wa-ayn al-sawab?

 

 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA