Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Risma Semangati Ribuan Pelajar yang Kejar Paket

Sabtu 29 Feb 2020 08:19 WIB

Red: Esthi Maharani

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Foto: Republika/Dadang Kurnia
Orang yang sukses itu adalah orang yang bisa mengalahkan masalahnya itu

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan semangat kepada ribuan pelajar yang sedang mengikuti Program Kejar Paket A, B, dan C di Convention Hall di Jalan Arief Rahman Hakim Surabaya, Jumat (28/2).

"Jadi, kalian tidak usah minder dan malu meskipun saat ini menempuh pendidikan program kejar paket. Kalian harus berani bermimpi dan terus berusaha meraih mimpi itu," katanya di Surabaya, Jumat (28/2).

Ia menyebut Tuhan adil dan tidak membeda-bedakan umatnya. Ia juga memastikan bahwa siapa pun orang tuanya dan profesi apapun orang tuanya, semuanya berhak sukses dan berhasil. Menurut Risma, semua bisa diraih asalkan mereka mau berusaha.

"Tidak boleh kalian menyalahkan orang tua kalian atau Tuhan kalian. Jadi, ayo kita gunakan apa yang diberikan oleh Tuhan ini sebaik mungkin," ujarnya.

Wali Kota Risma juga menyampaikan setiap orang pasti mempunyai masalah masing-masing. "Tapi, orang yang sukses itu adalah orang yang bisa mengalahkan masalahnya itu," katanya.

Untuk itu, ketika para pelajar tersebut ada masalah, Risma meminta curhat atau cerita kepada guru dan juga orang tuanya. Jika kurang puas, Risma meminta mereka untuk menghubungi layanan Command Center 112 yang ada fasilitas psikolognya.

"Silakan hubungi 112 jika kalian ingin cerita, di situ ada psikolognya 24 jam nonstop siap membantu kalian," katanya.

Risma juga meminta mereka tidak cerita kepada temannya di dunia maya yang belum tentu nyata adanya. Ia juga mengajak para pelajar bijak menggunakan teknologi.

"Terus jangan mudah terpengaruh teman-teman kalian yang mengajak kepada hal-hal yang negatif. Harus berani mengatakan tidak," katanya.

Risma juga meminta orang tua menyempatkan diri mendengar keluhan dan cerita dari anak-anak mereka.

"Tolong saya titip. Tolong kalau mereka mengadu atau bercerita, didengarkan. Tolong dirangkul dan disayangi mereka. Anak-anaklah penerus negara ini," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA