Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

IPB Gelar “Ngisi Bareng Sensus Penduduk 2020”

Sabtu 29 Feb 2020 07:56 WIB

Red: Irwan Kelana

Departemen Statistika FMIPA) IPB University menggelar “Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Penduduk 2020”.

Departemen Statistika FMIPA) IPB University menggelar “Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Penduduk 2020”.

Foto: Dok IPB
Kunci utama sukses Sensus Penduduk 2020 adalah partisipasi seluruh elemen bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Tahun ini, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan Sensus Penduduk Online 2020. Untuk menyukseskan program ini, Departemen Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar “Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Penduduk 2020” di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Jumat  (21/2). Dari kegiatan ini, harapannya warga IPB University dapat berpartisipasi aktif dalam melakukan pendataan kependudukan secara online dengan baik.

“Sensus Penduduk 2020 menjadi kegiatan penting yang dilaksanakan Indonesia pada tahun 2020. Pasalnya, data kependudukan yang akurat dan mutakhir merupakan dasar bagi pemerintah untuk membuat perencanaan di berbagai bidang pembangunan, mulai dari persoalan pendidikan, perekonomian, kesehatan, hingga program sosial,” tutur Dekan FMIPA IPB University, Dr Sri Nurdiati dalam sambutannya.

Selain itu, ia menambahkan,  data kependudukan yang akurat menjadi pijakan pemerintah dalam merencanakan kebijakan yang tepat sasaran. Sensus penduduk adalah hal penting bagi pemerintah, karena kebijakan pemerintah baik berupa kebijakan pembangunan maupun kebijakan lainnya bersumber pada jumlah penduduk, data statistik dan juga hasil sensus penduduk itu sendiri. “Oleh karena itu, kunci utama kesuksesan Sensus Penduduk 2020 adalah partisipasi dari seluruh elemen bangsa," tutur Dr Sri Nurdiati dalam rilis yang diterima  Republika.co.id.

Sementara itu Deputi Bidang Statistik Sosial  BPS, Dr Margo Yuwono menyampaikan,  menurut rekomendasi dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), setiap negara wajib melakukan sensus penduduk sekurang-kurangnya 10 tahun sekali. Indonesia mengambil 10 tahun sekali dikarenakan jumlah penduduknya sangat besar.

"Pemerintah melalui BPS melakukan kegiatan SP 2020 untuk perekaman langsung data penduduk, menyediakan data jumlah penduduk baik secara de facto maupun de jure. Juga menyediakan parameter demografi dan proyeksi penduduk,” ujarnya. 

SP 2020 kali ini, kata Margo,  dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah sensus penduduk secara online. Pada tahap ini masyarakat dapat berpartisipasi langsung mengisi daftar pertanyaan secara online. 

Tahap kedua adalah sensus penduduk wawancara. “Pada tahap ini, petugas sensus mendatangi masyarakat yang tidak berpartisipasi dalam Sensus Penduduk 2020 Online,” tuturnya.

Ia menjelaskan, SP 2020 yakni SP Online berlangsung pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Sementara Sensus Penduduk Wawancara dilakukan pada 1 hingga 31 Juli 2020.

"SP online dilakukan dengan cara mengakses sensus melalui laman https://sensus.bps.go.id. Setiap orang memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK) dan klik 'Cek Keberadaan'. Setelah membuat password dan masuk, Anda akan mulai mengisi sejumlah pertanyaan," imbuhnya.

Dikatakannya, terdapat 21 pertanyaan dasar seperti nama lengkap, alamat, pekerjaan, pendidikan dan perumahan. Setelah menjawab pertanyaan terkait data keterangan individu dan perumahan, masyarakat dapat mengirimkan dan mencetak (unduh) bukti partisipasi dalam SP Online.

Bagi masyarakat yang belum mengikuti SP Online, akan didatangi petugas sensus yang melakukan SP Wawancara pada Juli mendatang.  Ia  juga menjelaskan, SP Online merupakan hal yang pertama kali digelar dalam sejarah Indonesia. Sensus Penduduk ini menggunakan metode kombinasi dengan memanfaatkan data Dukcapil sebagai data dasar (prelist).

“Tujuan Sensus Penduduk adalah menyediakan data jumlah, komposisi penduduk menurut usia produktif dan tidak produktif, distribusi dan karakteristik penduduk Indonesia menuju satu data kependudukan. Output-nya nanti akan diperoleh jumlah, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk dan data parameter demografi serta karakteristik penduduk lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk, indikator sustainable development goals (SDGs) dan sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan,” imbuhnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA