Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Dampak Corona, RI Diprediksi Kebanjiran Impor Produk China

Sabtu 29 Feb 2020 07:46 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Muhammad Hafil

Dampak Corona, RI Diprediksi Kebanjiran Impor Produk China. Foto: Ilustrasi Penyebaran Virus Corona

Dampak Corona, RI Diprediksi Kebanjiran Impor Produk China. Foto: Ilustrasi Penyebaran Virus Corona

Foto: MgIT03
Virus corona membuat barang impor dari China semakin murah.

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG--  Wabah Virus Corona di China diperkirakan berdampak besar terhadap perekonomian Indonesia. Karena, daya serap masyarakat 'Negeri Tirai Bambu' yang melemah akan membuat barang dari negara tersebut dikirim ke negara lain.

Menurut President Internasional Chambers of Commerce (ICC) Indonesia, Ilham Habibie, virus corona membuat ekonomi China ambruk, sehingga pertumbuhannya, diperkirakan turun sekitar 1 persen dari sebelumnya 6,4 persen.

Oleh karena itu, pihaknya memperkirakan Indonesia akan menjadi negara tujuan ekspor barang dari China. Apalagi, hubungan perdagangan Indonesia dan China terjalin sangat erat.

"Akibat wabah virus corona menimbulkan konsekuensi untuk kita. Indonesia akan semakin dibanjiri produk impor dari China," ujar Ilham dalam diskusi Economic Outlook 2020 dalam acara Pelantikan Pengurus Kadin Kabupaten Bandung periode 2019-2024, Jumat petang (28/2).

Ilham menjelaskan, barang impor dari China di Indonesia akan semakin murah. Para pelaku usaha China memilih banting harga agar barang produksinya bisa diserap.

Sehingga, kata Ilham, fenomena tersebut bisa menimbulkan dampak negatif bagi Indonesia. Pemerintah pun, harus hati-hati dalam bersikap dan membuat kebijakan. Namun, jika disikapi dengan bijak maka Indonesia bisa mengambil banyak manfaat dari semakin derasnya barang impor China.

"Tidak mungkin setop barang impor China karena bisa kena sanksi WTO. Karena itu diambil manfaatnya dan dicegah dampak negatifnya agar tidak terlalu parah," katanya.

Selain akibat virus Corona, kata dia, ekonomi dunia juga dihadapkan perang dagang China dan Amerika Serikat. Presiden Donald Trump masih menerapkan tarif tinggi bagi barang China yang masuk ke Amerika.

Namun, kata Ilham, hal ini kurang berdampak terhadap Indonesia mengingat nilai ekspor yang masih minim. Selain itu, Indonesia juga masih mengandalkan konsumsi domestik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Indonesia masih aman karena masih mengandalkan konsumsi. Pasar domestik kita sangat besar," katanya.

Sementara menurut Ketua Kadin Kabupaten Bandung Ferry Sandiyana,
ancaman melemahnya ekonomi global akibat mewabahnya virus corona harus dianggap sebagai sebuah tantangan oleh para pengusaha.

Selain itu, kata dia, ancaman semakin membanjirnya produk impor asal China ke Indonesia juga harus bisa dimanfaatkan agar menjadi sebuah peluang baru.

"Sebagai pengusaha, kami harus menganggap hal tersebut sebagai sebuah tantangan dan peluang," katanya.

Menurut Ferry, pasar domestik masih terbuka lebar sehingga perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh para pengusaha khususnya yang berada di Kabupaten Bandung.

Agar bisnis pengusaha bisa terus tumbuh, kata dia, pihaknya terus memperkuat hubungan sinergitas dengan pemerintah, BUMN/BUMD, akademisi, komunitas, stakeholders terkait lainnya.

"Bangun sinergitas untuk memperkuat bisnis, bangun kemitraan dengan berbagai pihak agar jaringan jaringan," katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA