Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Bupati Tasikmalaya Minta Penanganan Longsor Cepat Dilakukan

Sabtu 29 Feb 2020 00:45 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Yudha Manggala P Putra

Warga melihat material tanah longsor yang menimbun jalan di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa barat, Jumat (28/2/2020).

Warga melihat material tanah longsor yang menimbun jalan di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa barat, Jumat (28/2/2020).

Foto: Antara/Adeng Bustomi
Tanah longsor di Cisayong memutus jembatan penghubung antarkota.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto meninjau langsung lokasi bencana longsor yang terjadi di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, pada Jumat (28/2) sore. Sebab, tanah longsor yang terjadi pada Jumat pagi memutus jembatan penghubung antarkota yang menyebabkan ratusan warga terisolasi dan satu orang hilang diduga tertimbun longsor.

Ade ingin memastikan ratusan warga yang terisolasi di dua desa, Kecamatan Cisayong dan Sukaratu, dalam kondisi baik-baik saja. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya bersama instansi terkait lainnya akan segera melakukan penanganan agar aktivitas masyarakat kembali normal.

"Karena masih ada warga yang terjebak atau terisolasi. Harus segera ditangani," kata dia di lokasi kejadian.

Menurut dia, selain melakukan pencarian korban yang hilang, tim gabungan di lapangan menormalisasi kembali aktivitas warga yang terisolasi. Ia menegaskan, Pemkab akan mendukung penuh penanganan pascabencana agar berjalan lancar dan cepat. Dengan begitu, warga yang terisolasi dapat kembali normal beraktivitas.

Ia khawatir, jika jalur alternatif menuju lokasi terisolasi, ada warga yang kekurangan logistik atau membutuhkan penanganan medis. "Jadi kita lakukan pencarian sekaligus membuka jalur untuk korban terisolasi. Saya ingin dua-duanya berjalan," kata dia.

Ihwal fasilitas umum yang rusak, Ade berjanji akan memperbaiki jika penanganan darurat sudah selesai. Menurut dia, fokus utama saat ini, penanganan darurat berjalan aman sampai semua urusan selesai.

Ia juga menyampaikan belasungkawa terkait adanya korban hilang dalam kejadian bencana itu. "Mudah-mudahan cepat ditemukan dan keluarga diberi ketabahan. Kita akan cepat melakukan pencarian," kata dia.

Ade juga mengucapkan terima kasih kepada tim gabungan di lapangan yang melakukan penanganan dengan cepat. Bahkan, tim gabungan sudah membuat jembatan darurat untuk dapat sampai ke lokasi yang terisolasi.

Sebelumnya, bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, pada Jumat sekira pukul 05.30 WIB, menyebabkan jembatan penghubung antardesa terputus dan ratusan warga terisolir. Bedasarkan data BPBD Kabupaten Tasikmalaya, setidaknya terdapat 170 kepala keluarga (KK) yang terisolasi. Selain itu, satu orang hilang diduga tertimbun longsor.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA