Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Gelombang PHK Serang Startup Dukungan SoftBank, Pengamat Industri Bongkar Sebabnya!

Sabtu 29 Feb 2020 06:06 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Gelombang PHK Serang Startup Dukungan SoftBank, Pengamat Industri Bongkar Sebabnya!. (FOTO: ybox)

Gelombang PHK Serang Startup Dukungan SoftBank, Pengamat Industri Bongkar Sebabnya!. (FOTO: ybox)

SoftBank memperburuk kondisi dengan menyuntikkan miliaran dolar ke pasar.

Warta Ekonomi.co.id, Surakarta

Selama empat bulan terakhir, lebih dari 7.300 orang kehilangan pekerjaan di 12 perusahaan swasta yang SoftBank dukung, berdasarkan laporan CNN Internasional. Beberapa perusahaan itu adalah Oyo, Wag, dan Fair.com.

PHK massal itu berdampak terhadap divisi teknik, pemasaran, sumber daya manusia, serta merger dan akuisisi di masing-masing perusahaan.

"Dengan perubahan sentimen pasar, bisnis menghadapi tekanan untuk meraih profitabilitas lebih cepat," kata Juru Bicara SoftBank Vision Fund, dikutip Jumat (28/2/2020).

Baca Juga: Setelah Dapat Dana dari Softbank, 3 Startup Ini Malah PHK Karyawan! Mulai Terpuruk?

Menurut para pengamat industri, SoftBank memperburuk kondisi dengan menyuntikkan miliaran dolar ke pasar; bahkan dengan valuasi tak masuk akal. Jadi, hal yang seharusnya membuat mereka untung, justru menjadi kelemahan utama.

Rekan Senior di Bidang Keuangan asal Wharton School, Universitas Pensilvania, David Erickson menilai, "valuasi besar itu memaksa Vision Fund untuk terlibat dalam taruhan besar itu." Yang pada akhirnya, taruhan riskan itu malah berujung kegagalan.

Karena itulah, SoftBank yang tengah menggarap Vision Fund kedua, berniat memulai sejumlah perubahan guna mendapatkan kembali kepercayaan dair industri.

Namun, sentimen negatif terhadap SoftBank juga akan menghambat rencana tersebut, menurut Mitra di Menlo Ventures, Venky Ganesan. Artinya, walaupun SoftBank bisa melakukannya, sejumlah pekerja agaknya telanjur ragu soal nama besar dan pendanaan besar yang diraih perusahaannya.

"Saya berpikir, ukuran pendanaan kami selanjutnya harus sedikit lebih kecil karena kami telah menyebabkan kecemasan bagi banyak orang (investor)," kata Bos SoftBank, Masayoshi Son.

Sejarah Singkat Gelombang PHK Startup yang Didukung SoftBank

Selain tiga startup itu, ada pula WeWork yang mengalihkan 1.000 staf pemeliharaan gedung ke perusahaan pihak ketiga. Belum lagi, PHK 1.100 karyawan Uber beberapa bulan setelah perusahaan itu melantai di bursa.

Jubir yang sama menambahkan, "sejumlah perusahaan portofolio kami telah mengambil keputusan sulit untuk meraih kesuksesan jangka panjang."

Menurut sejumlah karyawan yang terdampak pemecatan dan meminta identitasnya dirahasiakan menyebut, sejumlah perusahaan itu berkoar soal fokus pada profit sehingga mesti menggelar restrukturisasi dan PHK.

Compass disebut memecat lebih dari selusin perekrut, sehingga 40 orang dari berbagai tim terdampak. Perusahaan itu menolak berkomentar, tetapi Kepala Bisnis Perusahaan, Rob Lehman berujar, "kami berharap untuk menambah jumlah karyawan kami tiap bulan pada tahun ini."

Di sisi lain, Oyo selalu kedatangan karyawan baru dua kali smeinggu, menurut mantan perekrut Oyo. Namun, pada November 2019, startup dengan julukan 'Hotel Melati Online' itu menghentikan perekrutan.

"Pembekuan perekrutan itu akan dihentikan pada pertengahan Januari," menurut dua mantan perekrut Oyo.

Sejak saat itu, Oyo sudah memecat setidaknya 3.300 staf di seluruh dunia. Menurut jubirnya, perusahaan memiliki 25 ribu karyawan.

Ia juga menambahkan, "perusahaan dikendalikan oleh manajemen dan tak ada tekanan dari siapapun. Ada dialog berkelanjutan dengan investor dan dewan kami. Pembenahan itu penting pada titik perjalanan Oyo saat ini."

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA