Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Pencarian Korban Hilang di Tasikmalaya Menunggu Situasi Aman

Jumat 28 Feb 2020 16:26 WIB

Rep: Bayu Adji/ Red: Muhammad Hafil

Tanah longsor terjadi di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (28/2). Akibat kejadian itu, satu orang hilang diduga tertimbun longsor dan akses jalan desa terputus.

Tanah longsor terjadi di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (28/2). Akibat kejadian itu, satu orang hilang diduga tertimbun longsor dan akses jalan desa terputus.

Foto: republika/bayu adji
Ada 170 KK di Tasikmalaya terisolasi.

REPUBLIKA.CO.ID,TASIKMALAYA -- Aparat gabungan masih belum melakukan pencarian korban hilang yang diduga tertimbun longsor di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Pasalnya, kondisi tanah di sekitar lokasi kejadian masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto mengaku, polisi telah mendapat laporan korban hilang diduga tertimbun longsor. Korban atas nama Didi (63 tahun) tidak terlihat sejak tanah longsor terjadi di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. 

"Masih kita cari tahu keberadan pastinya. Tapi, untuk saat ini tidak memungkinkan melakukan pencarian korban di lokasi kejadian," kata dia, Jumat (28/2).

Menurut dia, kondisi tanah di lokasi kejadian masih labil. Sementara air di hulu sungai masih mengalir, dan di bawah tanah yang longsor terdapat lumpur. Karena itu, proses pencarian korban akan sangat berisiko jika dipaksakan.

Anom mengatakan, pihaknya akan mencari tahu informasinya lebih dulu sebelum melakukan pencarian. Polisi juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya, termasuk Basarnas, untuk melakukan pencarian.

"Berdasarkan hasil koordinasi sementara dengan berbagai pihak, kita menunggu situasi yang aman untuk pencarian korban di lokasi kejadian. Pencarian juga harus safety," kata dia.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya fokus untuk membuka akses warga terisolir dengan jembatan darurat. Jembatan itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan logistik dan mobiliasi warga sementara. Namun, aparat akan tetap menjaga jembatan itu agar tetap aman untuk digunakan.

Sebelumnya, bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, pada Jumat sekira pukul 05.30 WIB, menyebabkan jembatan penghubung antardesa terputus dan ratusan warga terisolir. Bedasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, setidaknya terdapat 170 kepala keluarga (KK) yang terisolasi.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA