Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Nadiem Minta Anggaran Kebudayaan tak Habis untuk Promosi

Jumat 28 Feb 2020 13:15 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Dwi Murdaningsih

Objek Wisata Goa Kelambit di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan siap menyambut wisatawan dari berbagai daerah.

Objek Wisata Goa Kelambit di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan siap menyambut wisatawan dari berbagai daerah.

Foto: genpi.co
Anggaran perlu digunakan untuk membuat tempat wisata menjadi lebih menarik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meminta agar pemerintah daerah dan tidak fokus pada mempromosikan tempat wisata yang ada. Anggaran yang ada, kata Nadiem harus lebih banyak digunakan untuk membuat tempat wisata menjadi lebih menarik.

Di dalam Rapat Koordinasi Bidang Kebudayaan, Nadiem sebelumnya meminta agar pemerintah daerah yang hadir membuat daftar wisata selama lima hari di wilayahnya masing-masing. Pemerintah daerah juga diminta menjelaskan bagaimana upaya dalam melindungi kebudayaan mereka.

Pada hari terakhir yakni Jumat (28/2) kepala dinas diminta untuk mempresentasikan permintaan Nadiem tersebut. "Saya jamin, kalau uang anggaran itu jangan digunakan untuk memasarkan, uang itu mestinya digunakan untuk ngebagusin rencana lima hari ini," kata Nadiem, di Hotel Grand Sahid, Jumat. 

Menurut dia, cara pemasaran yang efektif bukanlah dari memasang iklan yang besar atau sering. Namun, pemasaran yang paling baik dan efektif adalah melalui mulut ke mulut para wisatawan.

Tugas pemerintah daerah dalam mengembangkan kebudayaannya adalah meningkatkan agar tetap kuat dan menarik orang lain. Oleh sebab itu, pengelolaan yang baik dengan anggaran yang memadai harus lebih diutamakan.

"Mau kita ngiklanin sebanyak apapun, itu namanya bakar duit saja. Jadi harusnya uang itu digunakan untuk menciptakan pengalaman wisata orang-orang yang benar-benar berkesan," kata Nadiem.

Ia meminta agar pemerintah daerah mengubah paradigma pendanaan. Apabila sebelumnya fokus kepada promosi, maka ke depannya mesti fokus kepada bagaimana memperbaiki transportasi dan mencari ahli-ahli yang bisa menguatkan kebudayaan di daerah-daerah mereka.

Selain itu, ia mengatakan, kebudayaan yang ada juga harus memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya secara ekonomi. "Ini adalah real penggerakan ekonomi. Kita ingin menaruh dana dan effort kita kepada hal yang benar-benar bisa menghadirkan roda ekonomi," kata dia lagi.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA