Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Siswa SMPN 36 Ini Menghidupi Diri Sendiri

Jumat 28 Feb 2020 10:46 WIB

Red: Agus Yulianto

Pelajar SMP usia mengikuti kegiatan belajar. (Ilustrasi)

Pelajar SMP usia mengikuti kegiatan belajar. (Ilustrasi)

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sekolah sudah menawari DA tinggal di panti namun anak itu tidak mau.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - - Pemerintah Kota Surabaya sudah membantu satu siswa SMP Negeri 36 yang menempati rumah tidak layak serta berjuang menghidupi dirinya sendiri. Dia berasal dari keluarga  broken home,  yang orang tuanya entah berada dimana. 

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya Febriadhitya Prajatara di Surabaya, Jumat (28/2) mengatakan, bahwa Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya sudah memberikan bantuan uang Rp 1,5 juta kepada siswa berinisial DA tersebut. "Juga ditawari untuk tinggal di rusun atau Liponsos Kalijudan. Tapi anaknya tidak mau," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti sebelumnya meminta Pemerintah Kota Surabaya memperhatikan DA. Dia menyatakan,  kalau Pemerintah Kota Surabaya tidak segera memberikan solusi tempat tinggal bagi DA, maka ia berencana menyewakan indekos di dekat sekolah untuk anak laki-laki itu.

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera itu, DA merupakan anak bungsu daritiga bersaudara dan selama ini tinggal bersama seorang kakaknya yang sekolah di SMK. Ayah dan ibu mereka sudah lama berpisah dan tidak ada yang tinggal di rumah yang mereka tempati.

Dia menuturkan, bahwa anak itu sehari-hari berusaha menghidupi diri sendiri. Ayahnya hanya sesekali datang dan memberikan uang sekadarnya.

"Namun saat ditanya, DA tidak tahu ayahnya tinggal di mana. Begitu juga keberadaan ibunya, tidak diketahui," ujarnya.

Menurut dia, sekolah sudah menawari DA tinggal di panti namun anak itu tidak mau. "Saya kira ini butuh pendekatan ke kakaknya dan kepada ayahnya jika sekiranya ayahnya dapat dihubungi," katanya.

"Yang kedua, karena kebutuhan makan di luar sekolah  tidak terpenuhi, saya kira ini perlu diperhatikan oleh DP5A dan Dinas Sosial agar DA dapat diintervensi dengan program permakanan agar kebutuhan gizinya terpenuhi," ucapnya. 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA