Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Ragam Cara Atasi Kebosanan dalam Karantina Corona di China

Jumat 28 Feb 2020 05:51 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Esthi Maharani

Seorang perawat memeriksa kondisi pasien corona di sebuah rumah sakit di Wuhan, China.

Seorang perawat memeriksa kondisi pasien corona di sebuah rumah sakit di Wuhan, China.

Foto: Xiao Yijiu/Xinhua via AP
Masyarakat China menjadikan internet sebagai solusi dalam melawan rasa bosan

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI--Penyebaran virus corona di China membuat sebagian besar masyarakat di sana harus menjalani karantina di tempat tinggal masing-masing. Hari-hari yang dilalui tanpa bepergian kemana-mana tentu akan memicu rasa bosan. Hal ini pun otomatis dialami oleh masyarakat di China.

Dilansir dari BBC pada Kamis (27/2), kondisi itu pun memaksa masyarakat China menjadikan internet sebagai solusi dalam melawan rasa bosan. Sampai-sampai, dalam mesin pencarian, kata kunci "boring" pun mengalami peningkatan frekuensi pencarian hingga 626 persen.

Selain itu, topik-topik yang berkaitan dengan "cara menghabiskan waktu di rumah saat bosan" pun juga mengalami peningkatan frekuensi pencarian. Hal ini pun kemudian dioptimalkan oleh para pelaku bisnis setempat yang otomatis juga terdampak oleh kondisi tersebut.

Salah satu yang melakukan terobosan bisnis adalah F45 yang merupakan sebuah tempat pusat kebugaran global. F45 menyadari, kondisi saat ini membuat para member tak dapat datang pada kelas latihan demi menangkal potensi penyebaran corona.

Oleh karena itu, F45 pun membuka kelas latihan secara online. Artinya, para member tetap dapat melakukan latihan sesuai dengan arahan instruktur meski berada di dalam rumah masing-masing. General Manager F45 Shanghai, Lauren Hogan mengatakan, saat ini f45 menawarkan sesi latihan lewat WeChat yang merupakan sebuah aplikasi messaging paling popular di Cina.

"Para instruktur setiap hari menciptakan circuit-based workout yang sesuai dengan program. Kemudian, instruktur membuat video soal cara melakukan workout itu," kata Lauren.

Video itu pun kemudian dibagikan lewat grup Bersama para member. Dalam grup itu, para member pun sekaligus dapat berinteraksi kepada instruktur. Lewat terobosan ini, F45 pun telah menerima banyak ucapan terimakasih karena telah membantu masyarakat Shanghai dalam mengisi waktu selama karantina.

Nah, bagi masyarakat Cina yang rindu akan hiburan musik, mereka juga dapat tetap mengisi waktu dengan menikmati "cloud clubbing". Hal ini pun dianggap jadi cara ampuh mengingat corona membuat sejumlah acara music terpaksa harus dibatalkan.

Lewat "cloud clubbing" yang dihadirkan lewat apikasi pertunjukan ini, masyarakat Cina dapat menikmati pertunjukan musik secara langsung dan memberikan komentar seakan mereka benar-benar berada di dalam venue pertunjukan. Sebagai ucapan terimakasih, para penonton yang menikmati dari rumah masing-masing pun tak sedikit yang kemudian memberikan uang tip.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA