Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Kawasan Suryakencana Bogor akan Disulap Bak Malioboro

Kamis 27 Feb 2020 18:00 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Dwi Murdaningsih

Peserta Cap Go Meh melakukan atraksi barongsai saat mengikuti Bogor Street Festival Cap Go Meh (CGM) 2018 di Jalan Suryakencana, Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/3).

Peserta Cap Go Meh melakukan atraksi barongsai saat mengikuti Bogor Street Festival Cap Go Meh (CGM) 2018 di Jalan Suryakencana, Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/3).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Pemkot Bogor mendapat bantuan Rp 30 miliar untuk memperbaiki kawasan Suryakencana.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor segera merealisasikan pentaan kawasan Suryakencana (Surken) untuk menjadi jalan terbaik di Kota Bogor bak Malioboro di Yogyakarta. Rencananya, Pemkot Bogor akan segera melakukan pengerjaan pada bulan Maret 2020 mendatang.

Baca Juga

"Revitalisasi kawasan ini penting untuk kita, mengingat wilayah Suryakencana dan sekitarnya sudah tidak tertata, banyak pedangang yang mengokupasi (digunakan) jalan dan trotoar," kata Dedie saat ditemui Republika.co.id, Kamis (27/2).

Pemkot Bogor telah memperoleh bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) Rp 30 miliar untuk memperbaiki kawasan Surken. Sebelum memanfaatkan bantuan tersebut, Dedie, menjelaskan, Pemkot Bogor harus menata drainase dan utilitas yang ada di kawasan Surken.

"Kewajiban dari pemerintah kota itu melakukan perbaikan dan normalisasi saluran air, kabel jaringan, itu yang diluar konteks tender kepada pihak ke tiga," kata Dedie.

Bulan depan, dia mengatakan, pihaknya harus segera menyelesaikan perbaikan tersebut. Sehingga, bantuan revitalisasi kawasan Surken dari Pemprov Jabar untuk mewujudkan jalan terbaik dapat segera dikerjakan.

Dia memaparkan, penataan drainase dan utilitas akan dikonsentrasikan pada Jalan Lawang Seketeng, Pedati, Rangga Gading yang termasuk dalam kawasan Surken. Pasalnya, Jalan tersebut masih dinilai masih semrawut.

Dedie memaparkan, penataan tersebut berbeda dengan rencana Pemkot Bogor untuk menjadikan kawasan Surken sebagai pusat kuliner. Dedie mengungkapkan pusat kuliner telah dipetakan dalam delapan koridor di Jalan Bata.

"Itu memang tidak kita peruntukkan kawasan kuliner seperti delapan koridor," kata dia.

Dedie mengatakan, bantuan Rp 30 miliar dari Pemprov Jabar dipergunakan untuk memperluas pedestarian. Sehingga, kawasan Surken sebagai Jalan terbaik sesuai permintaan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil segera terwujud.

"(Nantinya) pedestariannya kita pulihkan, jalan dan saluran airnya, bawah tanahnya jaringan kabel pipa dan lainnya kita rapikan dulu," katanya.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi menjelaskan, revitalisasi Surken tidak menyedot Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor 2020. Pasalnya, Rp 30 miliar tersebut merupakan bantuan dari Provinsi Jabar.

Kendati demikian, dia mengatakan, pengerjaan revitalisasi tersebut telah menjadi program prioritas. Dia menjelaskan, pihaknya hanya mengelola bantuan tersebut.

"Kita tidak menganggarkan, hanya mengelola bantuan dari provinsi," ucap Chusnul.

Saat ini, dia menjelaskan, Detail Engineering Design (DED) penataan kawasan Surken telah selesai dikerjakan. Sehingga, dia menyebut akan segera melelangkan pengerjaan Surken.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA