Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

2 Juta KIP Kuliah Ditargetkan Sampai 2024

Kamis 27 Feb 2020 12:47 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Dwi Murdaningsih

Kuliah Online (ilustrasi)

Kuliah Online (ilustrasi)

KIP Kuliah merupakan program lanjutan dari Bidikmisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meningkatkan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang merupakan program lanjutan dari Bidikmisi. Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani mengatakan hingga tahun 2024 pihaknya menargetkan paling tidak 2 juta KIP Kuliah bisa diberikan kepada calon mahasiswa yang kesulitan dalam memenuhi biaya kuliah.

"Memang sudah kami diskusikan, proyeksi sampai 2024 minimal ada 2 juta KIP Kuliah yang bisa diberikan kepada calon mahasiswa," kata Paris, dalam konferensi pers di Kantor Kemendikbud, Rabu (26/2).

Ia berharap, ke depannya program ini akan berjalan dengan baik dan dimanfaatkan oleh calon mahasiswa sesuai dengan kebutuhannya. Dengan demikian, angka minimal yang ditetapkan pemerintah tersebut bisa melebihi total yang sudah ditargetkan.

"Mohon bantuan agar ekonomi kita baik, program ini juga berjalan dengan baik agar 2 juta itu bisa meningkat. Ya, paling tidak 2,5 juta calon mahasiswa lah," kata Paris menambahkan.

Adapun bentuk pengawasannya, Paris mengatakan akan lebih terintegrasi. Kemendikbud akan bekerjasama dengan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) terkait dengan data mahasiswa yang masuk kuliah dengan menggunakan KIP Kuliah.

Ia menjelaskan, nantinya ketika LTMPT menyatakan ada sekian anak yang masuk ke perguruan tinggi maka akan langsung terintegrasi dengan PDDikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi). "Pada saat yang bersangkutan kuliah akan memberikan marking pada sistem PDDikti. Akan diikuti terus menerus setiap semesternya," kata Paris menjelaskan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA