Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Indonesia tidak Maju Jika Warganya tidak Patuhi Agama

Kamis 27 Feb 2020 11:11 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Agus Yulianto

Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS.

Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS.

Foto: Dok SBBI
NKRI sudah masuk dalam struktur rohani umat Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), KH Didin Hafidhuddin memberikan pidato saat pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII di Hotel Novotel, Bangka Belitung pada Rabu (26/2). Cendekiawan Muslim ini menyampaikan bahwa Indonesia tidak akan maju, adil, dan beradab bila semua warganya tidak mematuhi ajaran agama. 

KH Didin menyampaikan, bahwa tema KUII berkaitan dengan strategi perjuangan umat Islam untuk mewujudkan NKRI yang maju, adil dan beradab. Ada beberapa hal yang sangat penting untuk diperhatikan secara mendalam dan jernih pada tema ini.

"Karena tema ini akan menghantarkan pada berbagai macam kegiatan-kegiatan baik di dalam KUII maupun sesudahnya," kata KH Didin saat memberikan pidato pembukaan KUII, Rabu (26/2) malam.

Cendekiawan Muslim ini mengatakan, tema KUII ke-VII lahir dari keinginan dan cita-cita luhur umat Islam Indonesia agar memiliki NKRI yang maju, adil dan beradab. Tema KUII juga perwujudan dari cita-cita para pendiri bangsa, kaum Muslimin sejak dari dulu dan di masa yang akan datang Insya Allah.

Dia menegaskan, NKRI sudah masuk dalam struktur rohani umat Islam. NKRI juga sudah masuk dalam jiwa umat Islam. Bahkan dalam pertemuan-pertemuan MUI, KH Ma'ruf Amin selalu menyatakan ada tiga tugas utama MUI. 

"Pertama, menjaga dan memelihara ajaran Islam dari berbagai macam pemikiran yang merusak. Kedua, menjaga umat dari berbagai hal yang merugikan. Ketiga, menjaga NKRI dari berbagai macam rongrongan dari dalam dan luar," ujarnya.

KH Didin menambahkan, tema KUII ke-VII juga menghantarkan kepada kesadaran transendental bahwa negara yang dicintai ini tidak akan pernah berhasil maju, adil dan beradab tanpa ada kesadaran serta kepatuhan semua warganya untuk melaksanakan ajaran agama. Karena itu bukan waktunya lagi mempertentangkan agama dengan Pancasila.

"Jika ada yang masih mempertentangkan agama dan Pancasila maka sebenarnya adalah pernyataan yang tidak bertanggung jawab dan mengenal sejarah," tegasnya. 

Dia menjelaskan, tiga kosakata terakhir pada tema KUII yaitu maju, adil dan beradab. Para pakar pendidikan Islam menyatakan bahwa masalah yang paling penting dari kehidupan umat manusia adalah hilangnya adab. Oleh karena itu tugas semuanya adalah membangun adab karena adab menjadi ruh dari ajaran agama dan ruh dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Para ulama mengatakan, adab sebelum kita mendapatkan ilmu, beradab lah kamu sekalian, baru kalian belajar," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA