Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Pertamina dan Telkom Digitalisasi SPBU di Kalimantan

Kamis 27 Feb 2020 09:15 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda

PT Pertamina dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melakukan pertemuan terkait program digitalisasi yang diimplementasikan di SPBU.

PT Pertamina dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melakukan pertemuan terkait program digitalisasi yang diimplementasikan di SPBU.

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Digitalisasi SPBU bertujuan untuk memastikan pencatatan digital terdata dengan rapi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melakukan pertemuan terkait program digitalisasi yang diimplementasikan di SPBU. Koordinasi ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi sekaligus menyelesaikan beberapa masalah dan potensi masalah yang dapat timbul di lapangan demi percepatan program digitalisasi. 

Baca Juga

Hadir dalam pertemuan itu Direktur Pemasaran Retail  Pertamina Mas'ud Khamid bersama SVP Business Operation Yanuar Budi Hartanto dan jajaran manajemen  MOR VI lainnya. Pertemuan dilakukan dengan Telkom Indonesia Region VI.

Digitalisasi SPBU ini bertujuan untuk memastikan bahwa pencatatan digital mengenai stok di SPBU dapat terdata dengan rapih dan teratur sehingga tidak adanya stok yang kritis. Pencatatan digital tersebut dapat dicek secara instan melalui mobil aplikasi yang dikembangkan oleh Pertamina dengan data yang dihimpun dari Telkomsel.

Selain itu, peningkatan pelayanan menjadi salah satu tujuan dari digitilasisasi. Pertamina dapat memetakan dan melakukan profiling konsumen termasuk frekeunsi pembelian bahan bakar di SPBU, jenis kendaraan dan jumlah pembelian. 

Profiling ini juga penting untuk memetakan kebutuhan BBM dari demand masyarakat, jenis produknya, berapa volumenya sehingga dapat terpenuhi. Pertamina pun akan mendapatkan data kendaraan mana saja yang sering melakukan pengisian BBM tidak wajar.

Sinergi BUMN ini memberikan efek efisiensi luar biasa bila dibandingkan dengan penggunaan teknologi RFID yang pernah diterapkan sebelumnya dan dengan manfaat yang lebih besar. Saart ini, progress digitalisasi di Kalimantan baru mencapai 5 persen dan target April 2020 sudah menyelesaikan di 373 SPBU.

“Harapannya, program sinergi ini dapat terjalin dengan baik dan berkelanjutan untuk sama-sama membangun Indonesia lebih baik lagi," ujar Mas'ud Khamid melalui siaran pers, Kamis (27/2).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA