Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Saat tak Mampu Berbuat Kebaikan, Jauhi Tiga Hal Ini

Kamis 27 Feb 2020 04:42 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Foto: AP Photo/Rafiq Maqbool
Keimanan merupakan pondasi amal perbuatan yang harus menjadi acuan.

Moh Afif Sholeh
Guru Bahasa Arab di SMA Islam Cikal Harapan BSD

Allah memerintahkan kepada manusia agar berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya. Hal ini bertujuan sebagai bekal menunju akhirat karena dunia ini sebagai tempat untuk investasi menuju alam keabadian.

Setiap amal manusia akan dibalas oleh Allah sesuai yang ia lakukan tanpa mengubah sedikitpun. Ini menunjukkan bahwa Allah Maha Adil tak akan mendzalimi hambanya. Bila seorang hamba berbuat kebaikan maka ia akan melihat pahala kebaikannya. Sebaliknya orang yang berbuat kejahatan akan mempertanggungjawabkan amalnya.

Allah berfirman dalam surat Yasin ayat 65 yang artinya: “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. "

Abu al-Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin mengutip petuah orang-orang bijak yaitu "Jika kamu tak mampu berbuat tiga hal ini maka lakukanlah tiga hal lain ini:"

Pertama, bila kamu tak mampu berbuat kebaikan maka jangan berbuat kejahatan.

Kedua, jika kamu tak mampu memberi manfaat kepada orang lain maka jangan menyengsarakan mereka.

Ketiga, bila kamu tak mampu berpuasa maka jangan memakan daging manusia atau ghibah.

Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa perilaku seorang muslim harus mencerminkan sikap yang baik terutama tak menyakiti orang lain dengan perkataan maupun perbuatannya. Terutama yang merugikan mereka seperti membuat berita bohong yang dapat merugikan banyak orang bahkan menjatuhkan harga diri seseorang terutama di era digital ini.

Keimanan merupakan pondasi amal perbuatan yang harus menjadi acuan. Tanpanya manusia akan kehilangan arah dan tujuan hidupnya menjadi kurang bergairah bahkan dirinya cepat emosi termakan amarah.

Hidup di dunia ibarat sebuah kompetisi, ada yang akan menjadi pemenang, juga ada yang akan tersingkir dari pertandingan. Semua orang berusaha agar dirinya menjadi seorang pemenang dengan bekal ilmu dan persiapan yang matang.

Salah satu bekal agar amal seseorang menjadi berbobot dan berkualitas adalah dengan bertindak sesuai prosedur dengan menekankan akan pentingnya akhlak terhadap siapapun.

Hal ini seperti dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Abi Darda’. Diriwayatkan dari Abi Darda’, Nabi bersabda: tak ada sesuatu yang lebih berat di timbangan amal daripada budi pekerti yang baik. (HR. Abu Dawud).

Imam al-Munawi menjelaskan Hadits diatas bahwa orang yang berakhlak baik menempati derajat orang yang ahli ibadah, siang hari berpuasa, malam hari selalu tahajud bahkan bisa melebihi hal itu.

Alasannya adalah orang yang berakhlak baik akan selalu berusaha menahan dirinya agar tak berbuat sesuatu yang dilarang, sedangkan nafsu dalam dirinya selalu mengajak untuk berbuat yang terlarang. Dari sini ia berusaha melawan dirinya dari kejahatan nafsu dengan mengarahkan dirinya untuk berbuat baik kepada siapapun, walau kadang ia diperlakukan yang tidak baik oleh orang lain.

Dari sini, akhlak yang baik menjadi penentu kemuliaan seseorang, walaupun ia berasal dari keluarga sederhana, akan mampu mengalahkan keturunan raja. Yang diharapkan saat ini adalah peran orang yang pintar dan akhlaknya benar, bukan orang yang pintar tapi akhlaknya tak benar, karena ia akan membikin onar, sehingga masyarakat menjadi gempar.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA