Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

BNI Syariah Siap Salurkan Pembiayaan ke Farmasi Halal

Kamis 27 Feb 2020 08:06 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolanda

Pemimpin Divisi Perencanaan Strategis BNI Syariah Misbahul Munir usai menjadi pembicara dalam Literasi Keuangan Syariah Goes To Campus di Universitas Trilogi Jakarta, Rabu, (26/2).

Pemimpin Divisi Perencanaan Strategis BNI Syariah Misbahul Munir usai menjadi pembicara dalam Literasi Keuangan Syariah Goes To Campus di Universitas Trilogi Jakarta, Rabu, (26/2).

Foto: Republika/Iit Septyaningsih
BNI Syariah menargetkan pembiayaan dapat tumbuh sebesar 15 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BNI Syariah menyatakan, terus mendorong gaya hidup halal di Indonesia, termasuk industri healthcare halal. Tahun ini, pembiayaan perusahaan pun fokus disalurkan ke sektor tersebut. Sebab, layanan kesehatan selalu dibutuhkan masyarakat.

Perusahaan pun bersedia membiayai industri farmasi halal. "Ya termasuk itu. Kita bicara supply chain, bicaranya sudah ekosistem, sama seperti regulator yang sudah komit membuat kawasan industri halal, ini satu ekosistem semua," ujar Pemimpin Divisi Perencanaan Strategis BNI Syariah Misbahul Munir kepada Republika.co.id di Jakarta, Rabu, (26/2).

Maka baik kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi, nantinya masuk ke ekosistem halal. Dengan begitu Ekonomi halal bisa semakin berkembang. 

Pada 2020, perseroan menargetkan pembiayaan juga dapat tumbuh sebesar 15 persen. Sebelumnya tahun lalu di tengah kondisi politik dalam negeri yang memanas serta tantangan global, BNI Syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 15 persen, sementara industri tumbuh sekitar 12 sampai 13 persen. 

"Jadi strategi yang akan kita implementasikan memang ke yang paling kritikal di sisi pembiayaan. Kita harap bisa tumbuh seimbang, sustain, maka segmennya, sektornya, proporsinya, kita atur sesuai kemampuan," jelas Munir. 

Dirinya juga menuturkan, tahun ini BNI Syariah tetap menyalurkan pembiayaan ke segmen konsumtif dan produktif. Porsi masing-masing sebesar 47 persen dan 53 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA