Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Pertamina Masih Matangkan Rencana IPO Anak Usaha

Rabu 26 Feb 2020 20:51 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Hiru Muhammad

Pekerja memperbaiki sumur KRH 4-1 saat proses pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) di Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (25/2/2020).

Pekerja memperbaiki sumur KRH 4-1 saat proses pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) di Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (25/2/2020).

Foto: Antara/Adeng Bustomi
Rencana pelepasan saham anak dan cucu usaha Pertamina merupakan hal yang tepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) masih mempersiapkan rencana melepas saham anak usaha dan cucu usaha ke pasar saham. 

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pelepasan saham anak dan cucu usaha masih dalam proses perencanaan. "Tahun ini persiapan jadi kita melakukan tahapan-tahapan yang akan dilakukan," ujar Nicke usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Selasa (25/2).

Nicke mengaku belum bisa menyebut jumlah anak dan cucu usaha yang akan dilepas ke pasar saham lantaran Pertamina baru akan membuat perencanaan pelepasan saham. Ia menilai pelepasan saham anak dan cucu usaha kemungkinan tidak akan terealisasi pada tahun ini. "Perencanannya belum keluar, masih disusun. Mungkin mulainya (pelepasan saham) tahun depan," kata Nicke.

Pengamat BUMN Toto Pranoto menilai rencana pelepasan saham anak dan cucu usaha Pertamina merupakan hal yang tepat. Pasalnya, kata Toto anak usaha di Hulu seperti Pertamina EP dan PHE membutuhkan dana investasi besar dalam ekplorasi dan eksploitasi cadangan migas  "Karena keterbatasan dana dari induk perusahaan, maka langkah IPO cukup tepat sebagai alternatif sumber pendanaan," kata Toto.

Toto menilai pelepasan saham anak dan cucu usaha Pertamina sebagai langkah yang strategis mengingat dengan statusnya sebagai perusahaan terbuka tentu akan dituntut lebih terbuka dalam praktik tata kelola perusahaan yang baik. "Intervensi pihak luar perusahaan bisa dikurangi. Efek nya saya kira bagus untuk peningkatan kinerja masa depan. IPO langkah positif, bahkan perusahaan raksasa seperti Aramco juga melakukan IPO," katanya.

Toto berharap semakin banyak BUMN atau anak hingga cucu BUMN masuk bursa akan meningkatkan kapitalisasi bursa efek."Ini berita bagus buat investor," katanya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA