Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Kementan Terus Stabilkan Harga Cabai dan Bawang Putih

Rabu 26 Feb 2020 20:44 WIB

Red: Hiru Muhammad

Dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI, Senin (17/2) Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan akan terus mengantisipasi lonjakan harga dan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan yang rentan mengalami fluktuasi.

Dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI, Senin (17/2) Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan akan terus mengantisipasi lonjakan harga dan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan yang rentan mengalami fluktuasi.

Foto: dok istimewa
Kenaikan harga cabai dan bawang putih diantisipasi dengan intervensi menambah pasokan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI, Senin (17/2) Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan akan terus mengantisipasi lonjakan harga dan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan yang rentan mengalami fluktuasi.

Kenaikan harga cabai rawit dan bawang putih beberapa waktu lalu telah diantisipasi  Kementan dengan intervensi menambah pasokan cabai dari luar Jawa ke DKI dan meningkatkan pasokan bawang putih ke pasar di berbagai daerah. 

Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan juga menginisiasi kerja sama dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, serta Perkumpulan Pelaku Usaha Bawang dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo), menggencarkan gelar pasar murah untuk menekan harga cabai dan bawang putih agar tidak mengalami kenaikan.

Sejak awal Januari hingga saat ini gelar pasar murah dilaksanakan di berbagai daerah seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, dan Jambi. Tidak kurang dari 152 ton cabai rawit dan 65 ton bawang putih telah digelontorkan guna menstabilkan pasokan dan harga di pasaran. 

Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi ketika dihubungi mengatakan gelar pasar murah tidak serta merta menurunkan harga pangan secara drastis, namun dampak gelar pasar murah mulai terlihat dan dapat dirasakan.  

Hal ini nampak dari harga dua komoditas tersebut yang cenderung terus mengalami penurunan baik nasional maupun di daerah. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat, rata-rata harga bawang putih nasional minggu ini Rp. 47.100 per kilogram, turun 17 persen dari rerata harga di pekan kedua Februari sebesar Rp. 55.200 per kilogram. 

Sementara cabai rawit mengalami penurunan hingga 21 persen dari rata-rata harga di minggu kedua Februari Rp. 52.300 per kilogram menjadi Rp. 43.150 per kilogram di minggu ini, sedangkan cabai merah keriting sedikit mengalami penurunan sekitar 5 persen dari rata-rata harga di minggu kedua Februari Rp 47,850 menjadi Rp 45,450 di minggu ini

Di Depok, Jawa Barat, harga komoditas pangan pokok strategis selama bulan Februari 2020 stabil dan cenderung mengalami penurunan, khususnya cabai dan bawang putih yang  beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Rerata harga cabai rawit merah bulan Februari 2020 sebesar Rp 70,000. Pada Rabu (26/2) cabai rawit merah turun sangat signifikan sebesar 65 persen menjadi Rp 42,500. 

Untuk cabai merah keriting, harga rata-rata selama bulan Februari sebesar Rp 55.000 perkilogram, sedang pada tanggal 26 Februari 2020 turun menjadi Rp 53.500 perkilogram. Demikian pula harga bawang putih cenderung mengalami penurunan. Harga rata-rata selama bulan Februari untuk bawang putih sebelumnya Rp 60.000 perkilogram, hari ini Rabu, (26/2) untuk bawang putih Rp 43.750 perkilogram (turun 37 persen).

Turunnya harga bawang putih dan cabai dirasakan oleh Heni, salah satu konsumen di Pasar Agung Depok. “Dengan adanya gelar pasar murah ini sangat membantu kami mendapat cabai dan bawang putih dengan harga murah," ujarnya. 

Lebih lanjut menurut Heni, harga bawang putih pada dua hari ini turun di harga 40 ribu perkilogram. Sebelumnya di Pasar ini kenaikan harga yang cukup tinggi sampai 60 ribu perkilogram. Begitu pula cabai rawit merah yang harganya mengalami kenaikan fantastis mencapai 90 ribu hingga 100 ribu perkilogram beberapa minggu sebelumnya, sudah mulai normal di kisaran 30 ribu hingga 35.ribu perkilogram. 

 

Meski banjir masih melanda Jabodetabek di beberapa titik, pada Rabu (26/2), Kementan tetap melakukan gelar pasar murah di 11 lokasi di antaranya Pasar Kemiri Muka Depok, Pasar Agung Depok, Pasar Depok Jaya, Pasar Lenteng Agung Jaksel, Pasar Klender SS, Pasar Cengkareng, Pasar Jembatan Lima, Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, TTIC Pasar Minggu,  dan TTIC Bogor. Dalam gelar pasar murah tersebut,  cabe rawit merah dijual seharga Rp 20.000 perkilogram dan bawang putih Rp 32 ribu perkilogram.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA