Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Polisi Buru Penyebar Video Hoaks Pekerja Tutup Gorong-Gorong

Rabu 26 Feb 2020 18:29 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andri Saubani

Video viral pekerja mengangkat karung berisi pasir untuk tutupi saluran air.

Video viral pekerja mengangkat karung berisi pasir untuk tutupi saluran air.

Foto: Tangkapan layar video
Beredar viral video dengan narasi pekerja proyek menutup gorong-gorong di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian tengah memburu penyebar video berisi gambar beberapa pekerja proyek yang memasukkan sejumlah karung berukuran besar ke dalam gorong-gorong. Aparat dan Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI Jakarta telah mengonfirmasi bahwa informasi dalam video tersebut merupakan sebuah kabar bohong.

"Itu hoaks. Kapolsek Senen sudah di lokasi di saat itu mengecek langsung," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Heru Novianto di Jakarta, Rabu (26/4).

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Senen Komisaris Polisi Ewo Samono mengatakan bahwa gorong-gorong yang ditutup dengan karung pasir itu bukanlah saluran air. Dia menjelaskan bahwa lubang tersebut merupakan saluran utilitas untuk berbagai macam kabel infrastruktur.

Ewo menjelaskan, gorong-gorong itu memang sengaja ditutup agar tidak ambles saat penutupnya dilintasi angkutan berat. Dia mengatakan, penimbunan pasir ke dalam lubang itu sudah sesuai dengan standart operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Kanit Reskrim Polsek Senen AKP Wildan Alkautsar mengatakan bahwa video tersebut diduga direkam pada 29 Januari lalu. Aparat, dia mengatakan, telah meninjua lokasi pengerjaan penutupan lubang pengerjaan saluran utilitas tersebut.

"Kami masih belum menemukan siapa yang merekam. Ini masuk penyebaran berita bohong lewat media sosial. Ada ancaman UU ITE," kata Wildan.

Dia lantas mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai video hoaks tersebut. Dia juga meminta publik untuk melakukan klarifikasi dan konfirmasi ke berbagai pihak atas informasi yang mereka terima.

"Jadi itu bukan memang bukan jaringan air tapi utilitas jaringan kabel. Kalau saluran air itu dibawah di trotorar. Itu untuk jaringan kabel. Kan ada kabel dibawah atasnya ada beton. Sebelum ditutup betok diasang pasir agar antisipasi ada kendaraan melintas bannya tak masuk kedalam lubang," katanya.

Sebelumnya, beredar sebuah video yang menunjukan adanya kesengajaan penimbunan puluhan karung oleh oknum demi menutup saluran air. Video yang beredar di media sosial Facebook dan Twitter itu memperlihatkan tiga orang pria memasukkan puluhan karung untuk menutup saluran.

Baca Juga

Pemprov DKI lantas melakukan pengecekan fakta untuk mengetahui kebenaran unggahan video tersebut. Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho mengatakan bahwa video berdurasi 30 detik yang telah diunggah adalah hoaks.

"Yes (hoaks). Bukan menutup saluran tapi SOP manhole utilitas," tegasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA