Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

IBF, Kemendikbud: Ini Wahana Pembangun Ekosistem Perbukuan

Rabu 26 Feb 2020 15:22 WIB

Rep: Umar Mukhtar / Red: Agus Yulianto

Suasana di hari pertama Islamic Book Fair (IBF) ke-19, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (26/2). Nampak antusiasme pengunjung jika dilihat dari kepadatan yang ada di setiap stand penerbit buku.

Suasana di hari pertama Islamic Book Fair (IBF) ke-19, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (26/2). Nampak antusiasme pengunjung jika dilihat dari kepadatan yang ada di setiap stand penerbit buku.

Foto: Republika/Imas Damayanti
Ketersediaan buku menjadi salah satu faktor rendahnya minat baca.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islamic Book Fair (IBF) 2020 resmi dibuka di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2). Pembukaan tersebut dilakukan oleh Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Awaluddin Tjalla, mewakili Mendikbud Nadiem Makarim. Dia mengapresiasi digelarnya agenda IBF untuk ke-19 kalinya.

"Saya mewakili Kemendikbud mengucapkan selamat atas terselenggaranya Pameran IBF ke-19 ini, sebagai wahana literasi dan wahana untuk membangun ekosistem perbukuan," kata dia saat memberi sambutan.

Awaluddin mengatakan, masyarakat bertanggung jawab membangun literasi. Dia juga melihat peran masyarakat atas upaya menumbuhkan semangat literasi sangat besar. Peran mereka berpengaruh besar terhadap pengembangan dan pembangunan literasi masyarakat Indonesia.

Menurut Awaluddin, IBF ke-19 memberikan kontribusi yang positif pada dunia pendidikan kita. "Peran IBF ini sangat penting karena memberikan implementasi dan kemampaun literasi kepada anak-anak. Dengan IBF ini, kita bisa menumbuhkan minat baca anak-anak didik kita," ujar dia.

Awaluddin menjelaskan, salah satu faktor lemahnya literasi di kalangan anak didik saat ini terletak pada kurangnya ketersediaan buku-buku untuk mereka. Mengutip hasil kajian Balitbang Kemendikbud, dia menuturkan, kemampuan literasi di kalangan anak-anak kelas menengah ke bawah memang masih terbilang rendah.

Namun, Awaluddin mengungkapkan, sebabnya bukan hanya soal minat baca yang rendah atau satu aspek saja, tetapi juga ketersediaan buku. Karena itu, kegiatan IBF ke-19 ini memberi edukasi positif, menguatkan literasi, dan membantu mengimplementasikan kurikulum 2013.

Awaluddin juga mengapresiasi para pengunjung IBF yang tidak hanya berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga dari seluruh wilayah Indonesia. Bahkan juga dari negara-negara tetangga di ASEAN. Kondisi ini menurut dia menunjukkan pengaruh IBF yang besar di tingkat Asia.

"Kegiatan ini juga akan memberikan proses penanaman dan penguatan nilai-nilai akhlakul karimah. Kami berterima kasih pada kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini, Literasi Islam Cahaya Untuk Negeri, semoga kegiatan ini sukses, terus berlanjut, dan di-ridhoi oleh Allah SWT," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA