Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Begini Ribetnya Urusan Aspal untuk Uji Coba Formula E

Rabu 26 Feb 2020 06:52 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nur Aini

Sejumlah pengendara motor listrik melintas di area percobaan pengaspalan lintasan Formula E non permanen di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Ahad (23/2).

Sejumlah pengendara motor listrik melintas di area percobaan pengaspalan lintasan Formula E non permanen di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Ahad (23/2).

Foto: Republika/Thoudy Badai
Aspal untuk uji coba formula E di kawasan Monas melapisi cobblestone.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Organizing Committee (OC) Formula E membongkar aspal di cobblestone seluas 60 m2 di kawasan Monas, Selasa (25/2) malam. Proses pengelupasan lapisan aspal dilaksanakan beberapa tahap didampingi ahli dari LAPI ITB (Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia - Institut Teknologi Bandung).

Baca Juga

Pengaspalan sebelumnya dilakukan pada Sabtu (22/2) dan terkondisi siap dikelupas lebih cepat dari proyeksi. Dengan kata lain, pasca-pengaspalan Sabtu pekan lalu hingga Selasa (25/2) area telah kembali menjadi cobblestone sebagaimana sedia kala.

Deputi Bidang Teknis OC Formula E Jakarta, Wisnu Wardhana mengungkapkan pada fase persiapan pengelupasan, terlebih dahulu diadakan uji geser. Pengujian itu dengan menggunakan dump truck di atas aspal diuji coba berjalan dengan kuantitas terukur lalu dilakukan pengereman.

"Tujuannya adalah melihat seberapa kuat aspal yang sudah melekat di cobblestone itu terhadap gesekan," ujar Wisnu dalam keterangan persnya, Selasa (26/2) dini hari.

Berikutnya adalah tahap mengelupas atau membongkar aspal dengan memakai cold milling machine. Tujuannya adalah melihat seberapa mudah aspal dikelupas dan bagaimana efeknya terhadap cobblestone.

Setelah itu barulah masuk ke tahap terakhir, yakni membersihkan area di atas hamparan cobblestone yang sebelumnya terlapisi aspal. "Hasilnya, cobblestone bisa kembali seperti sedia kala," imbuhnya.

Wisnu juga menyebut, aspal telah melalui kondisi panas pada suhu terukur dan guyuran hujan yang memadai serta dilintasi uji geser. "Masa pelapisan sudah cukup waktu untuk mengevaluasi hasil,” ujarnya.

Pertimbangan cuaca pada Selasa (25/2) hingga tiga hari ke depan memperkuat dukungan terhadap proses pengelupasan aspal dilakukan pada saat yang tepat.

"Secara umum, hasil uji coba pengaspalan memuaskan. Adapun keputusan akhir apakah geotextile atau sandsheet yang dipilih untuk pengaspalan laga Formula E, belum dapat dipastikan hari ini. Kami perlu waktu untuk rapat berikutnya," kata Wisnu.

Namun ia memastikan hasil uji coba aspal memuaskan. Kemudian, menurut dia, dari uji coba pengaspalan cobblestone ini menjadi salah satu materi yang disampaikan pada rapat antara PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dengan Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Sebelumnya pelapisan cobblestone dengan aspal dilakukan dengan dua material pelapis berbeda. Pertama adalah sandsheet (10m x 4m) dan geotextile (5m x 4m). Di atas kedua lapisan tersebut dihampar aspal kasar (binder) tanpa melapisinya dengan aspal halus. Aspal halus baru digunakan pada pengaspalan untuk kebutuhan sirkuit pada waktunya.

Cobblestone di kawasan Monas dibangun pertama kali oleh kontraktor pelaksana yang merupakan perusahaan afiliasi Pemprov DKI Jakarta pada 1995 bertepatan 50 tahun Indonesia Merdeka untuk sisi timur dan barat. Adapun sisi selatan dan utara dipasang pada 1996.

Tahun berikutnya, 1997 untuk Silang Monas terdiri atas silang tenggara, timur laut, barat laut dan barat daya. Cobblestone tersebut dipasang paling tua pada 25 tahun yang lalu. Sebagaimana di kawasan Monas, sirkuit Formula E di Paris juga memiliki cobblestone yang dilapisi aspal saat gelar Formula E dan dikelupas kembali dengan mudah.

“Formula E di Paris mengitari situs sangat bersejarah Les Invalides yang umurnya 350 tahun, dibangun sejak era Louis XIV pada 24 Februari 1670 yang awalnya berfungsi untuk menampung veteran penyandang cacat,” kata Wisnu.

Aspal untuk sirkuit Formula E yang akan digunakan pada ajang Jakarta E-Prix 6 Juni 2020 memiliki grade 3. Setelah dibangun mulai Maret, FIA akan melakukan inspeksi sebelum memberikan homologasi (sertifikasi) menjelang sirkuit dipakai nanti.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA