Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

PTPN II Kembali Operasikan Pabrik Gula Sei Semayang

Rabu 26 Feb 2020 06:40 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Pabrik gula (ilustrasi).

Pabrik gula (ilustrasi).

Foto: fxcuisine.com
Pabrik gula Sei Semayang di Deliserdang, Sumatra Utara, sempat berhenti beroperasi.

REPUBLIKA.CO.ID, DELISERDANG -- PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II kembali mengaktifkan pabrik gula Sei Semayang di Kabupaten Deliserdang yang memiliki kapasitas penggilingan tebu mencapai 4.000 ton cane per day (TCD). Kembali beroperasinya pabrik gula Sei Semayang dianggap sebagai momentum kebangkitan PTPN II.

Pabrik gula Sei Semayang yang sempat vakum lima tahun itu merupakan salah satu pabrik gula PTPN II. Selain Sei Semayang, PTPN II juga memiliki pabrik gula Kuala Madu yang masih terus beroperasi.

"Ini merupakan satu titik balik yang perlu kita sama-sama bangun kembali dan mengupayakan kembali sebagaimana rencana dan cita-cita kita ke depan," kata Direktur Utama PTPN II, M Iswan Achir, di Deliserdang, Selasa (25/2).

Iswan menjelaskan bahwa terhentinya pabrik gula Sei Semayang terjadi akibat pemenuhan pembibitan bahan baku yang masih belum mencapai target yang diharapkan. Untuk menghidupkan dua pabriknya, PTPN membutuhkan areal kebun seluas 10.500 atau 11.000 hektare.

Baca Juga

"Tetapi masih banyak kendala di lapangan, antara lain adalah kondisi lahan masih diduduki penggarap dan juga masyarakat luar," ujar Iswan.

Pelaksanaan operasional dua pabrik gula PTPN II, menurut Iswan, masih ada areal Hak Guna Usaha (HGU). Pihaknya akan memperjuangkan agar dapat kembali mengoperasionalkannya dan mengoptimalkan areal-areal tersebut.

Iswan berharap, kembali beroperasinya pabrik gula Sei Semayang dapat membantu pemenuhan kebutuhan pergulaan di wilayah Sumatra Utara. Menurutnya, kebutuhan gula warga sangat tinggi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA