Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Banyak Genangan, KPK Jadwal Ulang Ketua KPU

Rabu 26 Feb 2020 04:10 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Agus Yulianto

Pelaksana Harian (Plh) Juru Bicara KPK Ali Fikri

Pelaksana Harian (Plh) Juru Bicara KPK Ali Fikri

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Penyidik masih terus membutuhkan keterangan saksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lantaran banyaknya genangan air hujan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwal ulang pemeriksaan terhadap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman. Sedianya, pada Selasa (25/2) tm penyidik KPK memanggil Arief sebagai saksi terkait suap  Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR RI di Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Selain Arief, KPK juga menjadwal ulang pemeriksaan terhadap Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik; anggota DPR Fraksi PDIP, Riezky Aprilia dan advokat PDIP, Donny Tri Istiqomah.

Arief, Evi dan Riezky akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Saeful Bahri. Sementara Donny akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

"Karena ada kendala teknis banjir tadi pagi, maka sesuai kesepakatan antara penyidik dan para saksi pemeriksaan akan dijadwal ulang," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di Gedung KPK Jakarta, Selasa (25/2).

Penyidik, kata Ali, masih terus membutuhkan keterangan para saksi ihwal  mekanisme proses PAW terkait suap dari Harun Masiku melalui kader PDIP Saeful Bahri kepada Komisioner KPU Wahyu Setiawan dengan perantara mantan Anggota Bawaslu yang juga mantan caleg PDIP, Agustiani Tio Fridelina.

Diketahui, Wahyu diduga menerima suap dari Harun agar KPU menetapkannya sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Namun, berdasarkan rapat pleno KPU memilih Caleg PDIP Riezky Aprilia. 

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dan 3 tersangka lainnya. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp 600 juta dari permintaan Rp 900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp 400 juta.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA