Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Belasan Rumah Rusak Diterjang Hujan dan Puting Beliung

Rabu 26 Feb 2020 01:18 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah / Red: Agus Yulianto

Seorang warga melintas di depan rumah yang roboh akibat angin puting beliung.

Seorang warga melintas di depan rumah yang roboh akibat angin puting beliung.

Foto: Antara/Fauzan
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, Depok - - Hujan deras disertai angin puting beliung merusak 16 rumah dan satu sekolah yakni SMPN 16 Depok di RT 02 RW 03, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Senin (24/2) sekira pukul 23.20 WIB. 

"Saat hujan deras disertai angin puting beliung membuat atap rumah dan sekolah berterbangan. Ada 16 rumah dan satu sekolah yang rusak," ujar seorang warga, Rudi, Selasa (25/2).

Tim Dinas Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok dan Tim Tagana Kota Depok beserta aparat Polsek Cimanggis dan TNI Koramil Cimanggis terjun langsung mengevakuasi warga dan membersihkan puing-puing material yang berserakan. 

"Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Warga yang rumahnya rusak diungsikan ke rumah kerabat dan tetangga yang tak terdampak bencana," ujar seorang anggota Tim Tagana Kota Depok, Donny.

Puluhan personel gabungan membantu warga terdampak bencana angin puting beliung untuk membersihkan puing-puing bangunan rumah dann juga membersihkan puing atap SMPN 16 Depok.

"Kegiatan bersih-bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami atas musibah yang dialami warga," kata Danramil 06/Cimanggis Mayor  Imam Purwanto. 

PMI Depok Beri Bantuan 

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok mengirimkan sebanyak empat personel dan bantuan logistik dan makanan ke lokasi kejadian. 

"Kami turunkan empat personel dan memberikan hygiene kit sebanyak 16 paket untuk 16 Kepala Keluarga (KK) terdampak puting beliung ditambah 16 terpal," ujar Kepala Seksi Pelayanan dan Administrasi PMI Kota Depok, Imron Maulana, Selasa (25/2).

Saat ini, personel masih berada d lokasi untuk melakukan assessment terkait apa saja yang dibutuhkan untuk warga yang jadi korban. 

"Kami lihat dulu perkembangannya seperti apa. Jika memungkinkan, kita akan bantu untuk material. Sementara, korban mengungsi ke rumah tetangga atau sanak saudara," ujarnya.

Dia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, mengingat hujan lebat dan angin kencang masih mungkin terjadi hingga beberapa hari ke depan. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA